Anggaran Terbatas, 12 Desa di Buleleng Tak Mampu Salurkan BLT Dana Desa Gelombang Kedua

Sebanyak 12 desa yang tersebar di lima kecamatan, di Kabupaten Buleleng dipastikan tidak mampu menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, I Made Dwi Adnyana 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 12 desa yang tersebar di lima kecamatan, di Kabupaten Buleleng dipastikan tidak mampu menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa gelombang ke dua.

Hal ini terjadi karena kurangnya anggaran yang dimiliki oleh 12 desa tersebut.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, I Made Dwi Adnyana ditemui di ruang kerjanya Selasa (4/8/2020) mengatakan, menurut data yang diperoleh per 30 Juli, sudah ada 12 desa yang menyampaikan  tidak mampu untuk menyalurkan BLT Dana Desa gelombang kedua.

 Dimana, 12 desa itu diantaranya Desa Bubunan dan Desa Lokapaksa yang ada di Kecamatan Seririt.

Libur Idul Adha 2020, Pergerakan Penumpang Domestik di Bandara Ngurah Rai Capai 20 ribu Orang

Pelanggar Protokol Kesehatan di Australia Bisa Dikenai Denda Hingga Rp 200 juta

Terima Paket Kipas Angin Berisi Sabu dan Ekstasi, Tommy Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Selanjutnya Desa Tista dan Desa Kedis yang ada di Kecamatan Busungbiu.

Kemudian Desa Banjar, Desa Tigawasa, Desa Cempaga, dan Desa Munduk yang ada di Kecamatan Banjar.

Lalu Desa Tamblang dan Desa Mengening yang ada di Kecamatan Kubutambahan.

Serta Desa Bondalem dan Desa Pacung yang ada di Kecamatan Tejakula.

"Mereka tidak mampu menyalurkan BLT Dana Desa Gelombang ke dua karena anggaran yang tersisa sudah digunakan untuk Penyediaan Air Minum dan Sanitasu Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), ada juga yang digunakan untuk karantina desa,serta kegiatan-kegiatan lain yang sudah terlanjur terlaksana, sebelum turunnya Kebijakan dari Kementerian terkait BLT Dana Desa gelombang ke dua ini. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada masyarakat lewat Musyawarah Desa (Musdes)," terang Dwi Adnyana.

Ketidakmampuan 12 desa untuk menyalurkan BLT Dana Desa gelombang ke dua ini sebut Dwi Adnyana tidak menjadi persoalan.

Sebab, anggaran yang dimiliki murni tidak tersedia.

Hal tersebut juga sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan kedua atas 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

"Bagi desa yang tidak memiliki anggaran untuk melaksanakan BLT Dana Desa Gelombang, tidak akan terkena sanksi. Tidak apa-apa, sepanjang anggarannya memang tidak tersedia. Kondisi ini juga sudah disampaikan ke masyarakat yang ada di 12 desa itu melalui Musdes," ucapnya.

Disisi lain, mantan Camat Sukasada ini menyebut, saat ini sudah ada 23 desa lainnya di Buleleng yang telah menyalurkan BLT Dana Desa gelombang ke dua, untuk pembagian di bulan ke empat (Juli,red).

BREAKING NEWS-Bale Delod Hangus Terbakar di Desa Pererenan, Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Pasca Kebakaran, Bupati Giri Prasta Tinjau Pasar Desa Adat Penarungan

Bocah Ini Tewas Usai Ditabrak Pengendara Motor di Denpasar, Sepeda Dayung Patah Jadi Dua

Dimana masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu.

Seperti diketahui, dalam kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), pemberian BLT Dana Desa gelombang ke dua ini diberikan pada bulan Juli, Agustus, hingga September.

"Sementara 94 desa lainnya pencairannya agak terlambar, karena saat ini masih melakukan proses perubahan APBDesa, sebelum melakukan pencairan BLT Dana Desa gelombang ke dua," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved