Breaking News:

Ngopi Santai

Kisah Asyik Manajer Berwajah Bayi

Kisah indah Premier League – level tertinggi Liga Inggris musim kompetisi 2019-2020 bukan hanya milik The Reds.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
istimewa/IG @manchesterunited
Pelatih Man United Ole Gunnar Solksjaer 

Terbukti setelah liga bergulir lagi pada bulan Juni, Man United mengamuk.

Tim asuhan manajer berwajah bayi itu melakoni 14 pertandingan liga tanpa kalah.

Puncaknya saat menang 2-0 atas Leicester City, Minggu malam 26 Juli 2020 sekaligus mengantar Manchester United ke Liga Champions Eropa musim depan.

Pelatih asal Norwegia itu menggenapi tujuan utama MU musim 2019-2020 ini yaitu kembali ke kompetisi elit Eropa.

Sesuatu yang sudah lama mereka rindukan. Kini dia merayakan pencapaian Manchester United
finis di posisi ketiga klasemen Liga Inggris.

"Semua prediksi kami finis keenam atau ketujuh. Tidak apa-apa," kata  Solskjaer kepada Goal.

Sukses Setan Merah musim ini tak lepas dari kejelian Solskjaer menambal lubang di lini pertahanan Man United yang membuat mereka babak belur pada musim-musim yang lalu.

Dia mendatangkan dua bek tangguh Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka pada pra musim lalu guna melengkapi formasi empat bek yang solid.

Kekompakan kuartet bek United memberi kenyamanan para gelandang dan ujung tombak memburu gol sebanyak mungkin ke gawang lawan.

Kedatangan gelandang asal Portugal Bruno Fernandes pada akhir Januari 2020 menambah daya serang Setan Merah bahkan mengubah nasib Man United.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved