Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Kisah Asyik Manajer Berwajah Bayi

Kisah indah Premier League – level tertinggi Liga Inggris musim kompetisi 2019-2020 bukan hanya milik The Reds.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
istimewa/IG @manchesterunited
Pelatih Man United Ole Gunnar Solksjaer 

Arteta positif Covid-19 pula yang membuat operator Liga Premier  Inggris menangguhkan kompetisi musim 2019/2020 kala itu hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Tapi Arteta punya daya juang laksana matador.

Ia tak membiarkan virus corona hidup lama dalam raganya. Hanya sepekan kemudian yaitu pada 23 Maret 2020 ia dinyatakan sembuh dari penyakit yang hingga kini belum
ada vaksinya itu.

"Saya butuh tiga atau empat hari untuk mulai merasakan lebih baik, dengan penuh energi, dan melepaskan semua simptoma yang sebelumnya ada," kata Arteta dalam telewicara dengan stasiun televisi Spanyol La
Sexta pada 23 Maret 2020 seperti dikutip antaranews.com.

Ketika Liga Premier Inggris kembali bergulir pada 17 Juni 2020, Arteta masih menjadi sasaran kritik fans Arsena karena dianggap tak banyak mempengaruhi kiprah The Gunners.

Apalagi sepekan kemudian Liverpool sudah memastikan gelar juara Liga Premier.

Pada 15 Juli 2020, Arsenal menjamu sang juara di Emirates Stadium untuk rangkaian laga pekan ke-36.

Tim asuhan Arteta tak mau kehilangan muka.

Mereka menang 2-1 atas Liverpool sekaligus menggagalkan target tim asuhan Juergen Klopp pecahkan total poin terbanyak semusim milik Manchester City dengan 100 poin pada musim 2017/2018 atau kesohor sebagai centurion.

Memang ada juru ulas bola yang menilai kemenangan itu karena faktor keberuntungan. Sebab Arsenal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Sadio Mane sebelum Virgil van Dijk dan Alisson Becker melakukan
blunder.

Apapun penilaian orang, mengalahkan Liverpool merupakan pencapaian besar bagi Arteta.

Setidaknya meminimalisir kritik terhadapnya. Penaklukkan berikutnya hanya berjarak empat hari. Arteta mendampingi Arsenal menghadapi Manchester City di babak semifinal Piala FA.

City adalah tim juara bertahan dan ditangani mentor Arteta dalam karier kepelatihannya, Pep Guardiola.

Di Stadion Wembley, 18 Juli 2020, anak-anak asuhan Arteta bermain Spartan sepanjang 45 menit pertama untuk membuat City tak berkutik dan unggul lewat gol Pierre-Emerick Aubameyang.

Paruh kedua City berusaha bangkit tapi Aubameyang mencetak gol kedua dan membawa Arsenal menang 2-0.

Kemenangan bersejarah. Mengakhiri catatan nirkalah The Citizens di kompetisi piala domestik Inggris
selama dua tahun lebih.

"Bisa mengalahkan City berarti kami menaklukkan dua tim elit Eropa dalam kurun waktu tiga atau empat hari, sangat membanggakan," kata Arteta dalam komentar pascalaga yang dilansir laman resmi Arsenal.

Sejak itu grafik permainan Arsenal terus menanjak.

Setelah menyingkirkan City di semifinal, lawannya di final Piala FA adalah tim raksasa Inggris lainnya yaitu Chelsea.

Pengamat sepak bola Inggris melukiskan laga itu sebagai panggung dua pelatih muda yang bakal menjadi juru taktik kawakan di masa depan.

Arteta di kubu Arsenal dan Frank Lampard yang mengasuh Chelsea. Saat menjadi pemain, keduanya sama-sama pernah menjuarai Piala FA sebagai kapten tim.

Terbukti Mikel Arteta lebih baik dari Lampard, ikon Chelsea.

Tatkala wasit meniup peluit panjang tanda di Wembley berakhir 1 Agustus 2020, Arsenal unggul 2-1 atas Chelsea berkat sumbangan dua gol Aubameyang yang membalikkan situasi setelah tertinggal akibat gol
cepat Christian Pulisic.

Tepat 226 hari berperan sebagai juru taktik Arsenal, Arteta sudah mempersembahkan satu trofi untuk The Gunners. Itulah kisah asyik lain dari Inggris. 

Sebuah pencapaian istimewa kendati di papan klasemen akhir Liga Premier musim ini Arsenal berada di posisi kedelapan setelah Liverpool. City, MU, Chelsea, Leicester, Tottenham Hotspur dan Wolverhampton.

Sebuah permulaan yang bagus bagi Mikel Arteta dan Arsenal menatap musim depan.

Keberhasilan itu menjadikan Arteta sebagai orang ke-18 yang pernah menjuarai Piala FA baik sebagai pemain maupun pelatih.

Saat menjadi pemain, dia mengecapi kebahagiaan meraih juara Piala FA musim 2013/2014 dan 2014/2015.

Di Arsenal Arteta merupakan orang kedua yang meraih gelar itu setelah George Graham yang juara sebagai pemain pada musim 1970/1971 dan pelatih pada 1992/1993.

Kini misi utama Arteta adalah mengembalikan mentalitas juara di  Arsenal, klub yang ia bela selama lima musim sebagai pemain profesional.

Selain Ole Gunnar Solskjaer dan Mikel Arteta, pelatih klub Liga Inggris musim ini yang prestasinya tidaklah buruk adalah Frank Lampard.

Mengantar The Blues – julukan Chelsea berakhir di posisi keempat klasemen Liga Inggris musim ini merupakan sesuatu yang luar biasa  bagi Lampard yang masih minim pengalaman melatih.

Gelar juara kiranya tinggal menunggu waktu.

Lebih dari itu kinerja apik Solskajer, Arteta dan Lampard musim ini memberi sinyal kuat bahwa mereka akan berkibar pada musim kompetisi 2020-2021 yang bakal bergulir lagi 12 September 2020.

Setidaknya mereka akan memberi warna persaingan ketat melawan tim asuhan pelatih terkemuka seperti Juergen Kloop, Pep Guardiola dan Jose Mourinho (Tottenham), Brendan Rodgers (Leicester) dan Nuno
Espírito Santo (Wolverhampton).

Musim kompetisi 2019-2020 telah berlalu.

Musim baru segera tiba dalam waktu kira-kira sebulan dari sekarang.

Premier League tetaplah memikat hati sebagai liga sepak bola profesional paling kompetitif di dunia.
(dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved