Breaking News:

Nelayan Lobster Sambut Baik Terbitnya Permen KP, HNSI Tabanan Dorong Segera Penuhi Syarat Legalitas

Kemudian juga, ekspor benih-bening lobster (BBL) menjadi potensi bisnis menjanjikan bagi nelayan di Kabupaten Tabanan.

Istimewa
Suasana saat nelayan di Tabanan juga diberikan edukasi atau pelatihan terkait cara, maupun penggunaan alat tangkap, hingga perlakuan pasca panen BBL di Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Para nelayan khususnya di Kabupaten Tabanan mendapat angin segar dengan terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020. Tentang penangkapan Lobster, kepiting, rajungan.

Sebab, dalam aturan terbaru tersebut, nelayan boleh menangkap lobster di bawah size 150 gram yang akan dijual dalam kategori lobster budidaya.

Kemudian juga, ekspor benih-bening lobster (BBL) menjadi potensi bisnis menjanjikan bagi nelayan di Kabupaten Tabanan.

Kami merasa bersyukur Bapak Menteri (Menteri KP) akhirnya merespon perjuangan kami Nelayan Tradisional melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 tentang penangkapan Lobster, kepiting, rajungan, agar boleh menangkap dan menjual Lobsrer size 150 gram Up," kata Ketua HNSI Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Rabu (5/8/2020).

Sosialisasi Perarem Pencegahan Penyebaran Covid-19, Sejumlah Titik Strategis di Kuta Dipasang Banner

Tak Punya Regulasi, Pemprov Bali Belum Bisa Keluarkan Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Jembrana Tambah Enam Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menurut Arsana Yasa, meskipun dalam perjuangan sebelumnya menginginkan agar lobster yang boleh diekspor konsumsi size 100 gram belum terpenuhi, namun Permen KP ini telah memberikan peluang bagi para nelayan.

 Sebab, yang dibawah 150 gram tetap boleh ditangkap untuk benih Lobster budidaya.

Aturan terbaru ini sangat memberikan angin segar bagi nelayan kita, sebab pada aturan sebelumnya yakni Permen KP Nomor 1 tahun 2015 lobster yang dibolehkan minimal 300 gram, kemudian keluar lagi permen KP 56/KP/2016 .

Di dalamnya diatur bahwa yang boleh di eksport adalah minimal 200 gram.

"Nah, sekarang dengan PERMEN KP NO.12/ KP/ 2020 sudah boleh ekspor yang size 150 gram. Artinya, nelayan kita sudah bisa bernafaslah," syukurnya.

Meskipun begitu, kata pria yang akrab dipanggil Sadam ini, karena dalam Permen KP ini penangkapan Benih Lobster(BL) dan Benih-Bening Lobster (BBL) juga diatur dengan syarat Nelayan Penangkap BL dan BBL baik untuk ekport maupun Budidaya harus terdaftar di Dirjen Tangkap Kementrian KP.

 Sehingga pihaknya mendorong agar para nelayan segera terdaftar untuk memenuhi aturan yang berlaku tersebut.

"Karena ini atalah Permen yang tentunya akan dikawal aparat penegak hukum, maka dari itu kami berharap agar nelayan kita patuh pada aturan yang berlaku. Sehingga Nelayan kita dapat mengabil keuntungan dari PERMEN KP ini, karena sejak 2015 Nelayan tradisional lobster kita "mati".

Kini saatnya nelayan kita focus mencari nafkah di laut. Apalagi Agustus ini sudah akan mulai musim Lobster. Semoga nelayan kita bangkit kembali," jelasnya.

Pria yang juga anggota Komisi I DPRD Tabanan ini melanjutkan, sembari mendorong legalitas sebagai nelayan penangkap BBL, nelayan di Tabanan juga diberikan edukasi atau pelatihan terkait cara, maupun penggunaan alat tangkap, hingga perlakuan pasca panen BBL.

Ini Daftar 5 HP Murah Harga Rp 1 Jutaan: Ada Oppo, Xiaomi, dan Vivo dengan Spesifikasinya

Ledakan di Beirut, Lebanon, Ada 2.750 Amonium Nitrat, Ini Dugaan Sumber Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 5,32 Persen, Sektor Hotel & Restoran Terkontraksi Paling Dalam

"Mari kita bangkit setelah sebelumnya sedikit lesu akibat pandemi yang terjadi," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved