Gelar Pasar Gotong-royong Krama Bali, PDIP Sebut Sebagai Bentuk Keberpihakan pada Kaum Marhaen
Selain itu, kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari melindungi dan membantu para petani dalam memasarkan hasil pertaniannya
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PDIP Bali menggelar Pasar Gotong Royong Krama Bali, di depan Kantor DPD PDIP Bali, Jumat (7/8/2020).
Sejak pagi, para kader dan warga masyarakat tampak menghadiri dan ikut berbelanja dalam pasar tersebut.
Koordinator Kegiatan Pasar Gotong Royong, IGA Diah Werdhi Srikandi WS mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari bentuk implementasi dari Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15036 Tahun 2020 Tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali.
Selain itu, kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari melindungi dan membantu para petani dalam memasarkan hasil pertaniannya.
• Fraksi Golkar Badung Boikot Diri Tak Hadir pada Sidang Paripurna Pengambilan Keputusan Tiga Ranperda
• Sidang Paripurna DPRD Denpasar, Pemkot Sampaikan KUA & PPAS APBD Perubahan TA. 2020 & Induk TA. 2021
• Pemerintahan Duterte Menolak Akui Kasus Covid-19 di Filipina Lebih Banyak dari Indonesia
“Melalui Pasar Gotong Royong Krama Bali ini bagaimana kita memulihkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan khususnya membantu memasarkan produk para petani di Bali ditengah situasi sulit akibat pandemi covid-19,” kata dia didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Sari Galung, dan Wakil Ketua DPD PDIP Ni Made Sumiati.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai bentuk keberpihakan PDIP kepada wong cilik alias kaum marhaen.
Bahkan, kegiatan itu dilakukan serentak di DPC PDIP kabupaten/kota se-Bali.
Oleh sebab itu, kader-kader PDI Perjuangan hadir dan menjawab kebutuhan masyarakat, bersinergi dengan pemerintah untuk membantu para petani menyalurkan hasil pertaniannya.
“Dijamin harga lebih murah, produknya segar dan sehat,” ujar Diah yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sekaligus Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali.
Pihaknya mengaku bahwa dalam kegiatan pasar tersebut, pihaknya juga melibatkan petani, nelayan, dan sejumlah kegiatan usaha rakyat yang merupakan binaan dari para kader banteng moncong putih di masing-masing kabupaten/kota.
Hal ini dilakukan sebagai upaya keberpihakan PDIP kepada wong cilik, membantu mereka ditengah dampak pandemi Covid-19 yang tak hanya berimbas terhadap kesehatan masyarakat tetapi juga membuat perekonomian Bali mengalami kontraksi.
Sedangkan, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya berharap para petani, nelayan, dan pelaku UMKM dapat terbantu dengan adanya pasar tersebut.
Pasalnya, hasil kegiatan usaha rakyat bisa terserap oleh pasar atau pembeli, dan bagi pembeli atau masyarakat juga terbantu karena mendapatkan produk yang sehat dan segar serta dengan harga yang sangat terjangkau.
“Pasar kami buka setiap hari Jumat dan pedagang kami gilir setiap minggu. Karena banyak sekali usaha-usaha rakyat yang mendaftar di kami untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Gotong Royong Krama Bali ini. Sebagai pelaksana kegiatan, kami libatkan Ibu-ibu pengurus DPD dan Ibu-ibu Fraksi PDI Perjuangan Provinsi,” jelas Dewa Jack.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, IGN Jaya Negara mengungkapkan kegiatan ini juga sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan khususnya membantu memasarkan produk para pelaku usaha kecil, petani, dan nelayan ditengah situasi pandemi Covid-19.
• Siap Jalani New Normal dengan #NAIKYAMAHAAJA
• Update Covid-19 Denpasar - Sembuh 12 Orang, Kasus Positif Bertambah 10 Orang
• Sambut HUT Polwan Ke -72, Polwan Polres Badung Korve Bersama di Taman Ayun