Rencana Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi Dimulai Tahun 2021, Begini Pendapat Giri Prasta
Bahkan pada pembangunan tol tersebut akan banyak juga mengenai tanah milik warga di Badung termasuk areal persawahan.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Disinggung mengenai adanya masyarakat yang menanyakan nasib lahan persawahannya yang kemungkinan akan kena, termasuk saluran irigasi di sawah, Giri Prasta mengaku akan menindaklanjuti dengan komunikasi bersama pemerintah pusat.
Bahkan katanya, terkait teknis, di Badung harus ada link and match dengan pemerintah pusat.
"Nanti kami akan sampaikan kapan saatnya itu diadakan sosialisasi dan kapan saatnya kami berikan masukan kepada pusat. Biar semua enak dan sama-sama jalan," ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD Badung ini mengaku, jika adanya tol sampai ke Mengwi, pihaknya menduga akan ada langkah penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Sehingga nantinya bisa ditindaklanjuti.
"Kami urusan masalah teknis mohon maaf tidak ada urusan andai-andai. Kalau berbicara andai-andai itu saya kira ndak perlu. Karena urusan teknis sudah starting point elegant," tandasnya.
Seperti diketahui, Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi akan memanfaatkan sebagian lahan di Kabupaten Badung, khususnya di Kecamatan Mengwi.
Tol ini rencananya membentang dari daerah Cekik, Gilimanuk, Jembrana kemudian melewati Kabupaten Tabanan hingga sampai ke Mengwi.
Biaya yang dihabiskan diperkirakan Rp 13-14 triliun. Namun pendanaannya dari pihak ketiga, karena bersifat prakarsa.
Jika mulai dibangun 2021, diperkirakan selesai awal 2024.
Bahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Kamis (6/8/2020) langsung meninjau daerah mengwi yang nantinya akan dibangun tol. (*)