Breaking News:

Terkendala Sarana Prasarana, Sejumlah Sekolah di Karangasem Terpaksa Pakai Sistem Luring

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika, mengaku, sekolah yang menerapkan sistem luar jaringan

Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Banyak sekolah, SD dan SMP, di Kabupaten Karangasem yang menerapkan proses belajar mengajar dengan  sistem luar jaringan (Luring) di tengah pandemi COVID.

Pemicunya karena terbatasnya sarana dan prasarana di tiap sekolah.

Terutama sekolah lokasinya di pegunungan, jauh dari kota.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika, mengaku, sekolah yang menerapkan sistem luar jaringan terbilang banyak.

Ranperda RZWP3K Diharapkan Jadi Landasan Hukum dan Daya Tarik bagi Investasi yang Masuk ke Bali

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75, Kemendikbud Bakal Gelar Konser GBN Secara Virtual

Labuan Bajo Bersiap Jadi Tuan Rumah KTT G-20, Pembenahan Bandara Jadi Prioritas

Seperti sekolah di daerah pegunungan yang kesulitan  mendapatkan sinyal, sehingga sulit untuk mengakses internet.

"Sekolah yang mengunakan luring banyak. Seperti di Kecamatan Abang dan Kubu yang sekolahnya berada di dataran tinggi, dan pelosok,"jelas Gusti Ngurah Kartika, Jumat (7/8/2020).

Penerapan luring sudah dilakukan sejak merebaknya penyebaran Corono Virus disease (COVID19) di Karangasem.

Ditambahkan, selain itu karena ekonomi warga menengah kebawah.

Tidak memiliki handphone android yang bisa digunakan untuk belajar dalam jaringan.

Ada juga warga yang memiliki handphone android tapi tak mampu membeli pulsa tiap bulannya dikarenakan penghasilannya sedikit, atau kecil.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved