Breaking News:

Dibuka Hari Ini, Inilah Keistimewaan Pameran Virtual Seni Rupa Literacy Across Cultures

Pameran ini sendiri digelar di platform www.artsteps.com., dan untuk pembukaan pameran ini nantinya akan dilakukan melalui live Instagram

Istimewa
Salah satu karya yang ditampilkan dalam Pameran Virtual Seni Rupa 'Literacy Across Cultures' yang digelar di platform www.artsteps.com. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-  International Conference Language and Art Across Cultures ICLAAC, Undiksha Bali sejak tanggal 12 Agustus hingga 12 November 2020 akan menghadirkan Pameran Virtual Seni Rupa 'Literacy Across Cultures'.

 Pameran ini sendiri digelar di platform www.artsteps.com., dan untuk pembukaan pameran ini nantinya akan dilakukan melalui  live Instagram pada akun @vincentchandras (Kurator Pameran) dan @karina_wedhanti (Conference Chair of ICLAAC).

Kurator Pameran Virtual Seni Rupa 'Literacy Across Cultures', Vincent Chandra menuturkan bahwa Pameran Literacy Across Culture ini selain untuk merekam terjadinya proses literasi visual juga ditujukan untuk merespon peristiwa berupa dialog antar budaya yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha dalam event ICLAAC.

Menurutnya, sebagai bentuk respon atas sebuah peristiwa dialogis yang berbicara tentang kebudayaan Asia, pameran ini diharapkan memberikan sebuah momentum untuk berintrepetasi, berkontemplasi, dan berimajinasi untuk memandang bagaimana kebudayaan hari ini dimaknai oleh pelakunya khususnya para peserta pameran ini yang didominasi oleh kalangan muda sebagai subjek kebudayaan hari ini dan esok hari.

Menteri Edhy: 64 Persen Ekspor Melalui Bandara Ngurah Rai Bali Adalah Produk Sektor Perikanan

Progres Pembangunan Bendungan Tamblang Buleleng Capai 21,03 Persen

POPULER: Ini Pengalaman Driver Ojek Online Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Vincent Chandra menyebutkan bahwa sebanyak 28 orang terlibat dalam pameran ini, yakni mulai dari mahasiswa aktif, alumni, hingga dosen Undiksha serta mahasiswa dari kampus lain.

"Saya melihat pameran ini istimewa. Tapi yang sekarang ini lebih istimewa karena lebih mengaitkan dengan tema, kalau kemarin-kemarin banyak karya yang dibuat dengan tema bebas. Dan salah satu peserta disini juga mencoba untuk membaca tema.

Jadi, karya-karya yang kita amati nanti adalah karya-karya yang bicara mengenai budaya mereka," ungkapnya.

Ia pun berharap agar  Pameran Virtual Seni Rupa 'Literacy Across Cultures' bisa mendapat perhatian dan diapresiasi oleh masyarakat luas. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved