Breaking News:

PTPP Garap Proyek Bendungan Tamblang di Kubutambahan Buleleng Senilai Rp 769 Miliar

Proyek pembangunan Bendungan Tamblang yang berlokasi di Desa Sawan dan Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana pembangunan Bendungan Tamblang, Buleleng, Bali, Rabu (12/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - PT PP Tbk (PTPP) telah melaksanakan proses groundbreaking ceremony terkait pembangunan proyek Bendungan Tamblang yang dilaksanakan pada hari Rabu (12/8/2020).

Pada Groundbreaking tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Kementerian PUPR Maryadi, Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SVP Divisi Infrastruktur 2 Pande Ketut, dan GM Divisi Infrastruktur 2 Apri Setiawan.

Proyek pembangunan Bendungan Tamblang yang berlokasi di Desa Sawan dan Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali ini memiliki nilai proyek sebesar Rp 769 miliar.

Pembiayaan proyek pembangunan tersebut bersumber dari APBN.

Pangan Organik Disebut Lebih Sehat Dibanding Non-organik, Ini Kata Ahli Kesehatan Masyarakat Unair

AFC kembali Tunda Kualifikasi Piala Dunia 2022, Begini Reaksi PSSI

Menteri Tito Sebut Indonesia Berpotensi Alami Resesi Bila Kontraksi Ekonomi Terus Terjadi

Proyek yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali Kementerian PUPR dikerjakan dengan masa pelaksanaan proyek 48 bulan secara multiyears.

Adapun luas lahan yang diperuntukan untuk pembangunan bendungan Tamblang mencapai 59,79 hektare (ha) yang tersebar di empat Desa.

Keempat desa tersebut yaitu: Desa Sawan seluas 38,58 ha, Desa Bila seluas 12,22 ha, Desa Bontihing seluas 6,49 ha dan Desa Bebetin seluas 1,48 ha.

Proyek bendungan ini dikerjakan oleh PTPP bersama dengan PT Adi Jaya yang dituangkan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO).

Adapun manfaat dari pembangunan proyek Bendungan Tamblang ini antara lain: memenuhi kebutuhan irigasi di Ungkulan seluas 588 ha dan dapat menjadi pengendali banjir dengan retensi 0,4%-0,5% terhadap puncak banjir.

Manfaat lainnya dari kehadiran bendungan tersebut, yaitu menjadi penyedia air baku sebesar 510 liter per detik untuk kebutuhan Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan.

Selain itu, dengan dibangunnya Bendungan Tamblang dapat bermanfaat menjadi kawasan wisata air yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar bendungan.

Proyek bendungan ini ditargetkan dapat rampung pada tahun 2022 dan dapat digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH)sebesar 0,538 MW (2x269 kwh).

"Bendungan Tamblang didesain memiliki kapasitas tampungan sekitar 7,6 juta meter kubik dengan tinggi bendungan dari dasar sungai mencapai 68 meter,” ujar Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dalam siaran pers, Rabu (12/8/2020).

Proyek pembangunan Bendungan Tamblang merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (“PSN”) dan menjadi salah satu priortas dari Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

5 Arti Mimpi Datang Bulan, Pertanda Dapat Rezeki Tak Terduga

Bupati Suwirta Jadi Narasumber Revitalisasi Bumi Kemenparekraf

Laptop Acer Harga Rp 5 juta-Rp 7 juta Paling Banyak Dicari, Penjualan Diprediksi Tumbuh Lebih 50%

Adapun lingkup pekerjaan yang dilaksanakan oleh PTPP, antara lain: pekerjaan persiapan, pekerjaan galian jalan masuk dan inspeksi, pekerjaan jalan masuk (access road), pekerjaan jalan inspeksi, pekerjaan terowongan pengelak, pekerjaan bendungan utama, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan pengambilan, pekerjaan hidromekanikal, dan pekerjaan bangunan fasilitas.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved