Breaking News:

Tahun Ini Ditemukan 79 Lontar, 530 Cakep Lontar di Jembrana Dikonservasi Sejak 2017

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jembrana bersama Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana, Bali, terus melakukan konservasi lontar Bali

Dok Jembrana
Konservasi lontar yang nantinya akan didigitalisasi kerja sama Dinas Perpustakaan Jembrana dan PBB Jembrana, beberapa hari lalu di Desa Gumbrih, Jembrana, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jembrana bersama Penyuluh Bahasa Bali (PBB) Kabupaten Jembrana, Bali, terus melakukan konservasi lontar Bali.

Dari 2017 lalu, sudah sebanyak 530 cakep lontar yang dikumpulkan.

Bahkan, 79 di antaranya ditemukan tahun 2020 ini.

Lontar-lontar yang ditemukan ini nantinya akan didigitalisasi.

Karena masih dalam masa adaptasi kebiasaan baru, maka konservasi pun dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana Ida Ayu Made Dharma Yanti mengatakan, program konservasi lontar itu adalah upaya menjaga sekaligus menyelamatkan warisan leluhur.

Program konservasi dan digitalisasi lontar yang bekerjasama dengan PBB Jembrana ini, telah berjalan sejak 2017 lalu, diawali pendataan mulai tahun 2016.

"Ya, kemarin juga dilakukan lagi di Gumbrih. Intinya kami mencoba menjaga warisan leluhur dan nantinya akan didigitalisasi," ucapnya Rabu (12/8/2020).

Terpisah, Koordinator PBB I Putu Wahyu Wirayuda mengatakan, masih banyak lontar yang tersimpan.

Menurutnya, lontar-lontar itu perlu diselamatkan agar tidak rusak.

Sesuai catatan PBB Kabupaten Jembrana, sejak 2017 hingga 2019, sudah ada 451 cakep lontar yang dikonservasi di 5 kecamatan se-Jembrana.

Dari total 451 cakep lontar itu, 28 cakep di wilayah Kecamatan Pekutatan, 138 cakep di wilayah Kecamatan Mendoyo, 164 cakep di wilayah Kecamatan Jembrana, 65 cakep di wilayah Kecamatan Negara, dan 56 cakep di wilayah Kecamatan Melaya.

Sedangkan, tahun 2020 ini yang telah dikonservasi, di Tegalcangkring 65 cakep, Dangintukadaya 2 cakep, Baluk 5 cakep dan Gumbrih 7 cakep, total sekitar 79 yang sudah terinventarisir.

"Kemarin libur, tapi pada Selasa di Gumbrih dan masih akan dilanjutkan lagi di Gumbrih. Kebanyakan lontar di Kabupaten Jembrana ini adalah lontar yang berisi tentang jenis kawisesan (kesaktian), usada (lontar pengobatan) dan jenis lainnya," bebernya.

(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved