Breaking News:

Satgas Intelijen dan Satgas Bantuan Pamtas RI-RDTL Prajurit Kodam IX/Udayana Kembali ke Home Base

Menggunakan Kapal KRI Teluk Lampung-540, 32 orang Prajurit Kodam IX/Udayana tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Kamis (13/8/20

Dok. Pendam IX/Udayana
Prajurit Kodam IX/Udayana yang tergabung Satgas Intelijen dan Satgas Bantuan Pamtas RI-RDTL tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Kamis (13/8/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menggunakan Kapal KRI Teluk Lampung-540, 32 orang Prajurit Kodam IX/Udayana tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Kamis (13/8/2020).

Prajurit yang tergabung dalam Satgas Intelijen dan Satgas Bantuan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesua - Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) itu mengakhiri masa penugasan pengamanan perbatasan RI-RDTL yang diemban selama kurang lebih 12 bulan.

Seperti disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., kepada Tribun Bali terkait kedatangan para Prajurit Satgas Intelijen dan Satgas Bantuan yang telah purna tugas dalam pengamanan perbatasan RI-RDTL.

Penyambutan dipimpin oleh Waasops Kasdam IX/Udayana Letkol Inf Komang Agus, M.P., tersebut, sekaligus melaksanakan pengecekan personel maupun materiil yang digunakan selama melaksanakan penugasan.

Update Covid-19 Bali 13 Agustus 2020, Kasus Positif Bertambah 35 Orang, Kasus Sembuh 37 Orang

REI BALI Jalin Kerjasama dengan Bank BRI

Update Covid-19 Buleleng: Pasien Positif Bertambah Empat Orang

Selanjutnya, para Prajurit tersebut menjalani serangkaian pengecekan kesehatan sesuai prosedur terkait masih adanya wabah pandemic Covid-19 yang akan dilaksanakan di Kompi A Yonif Raider 900/SBW.

Setelah itu, mereka baru kembali ke kesatuan masing-masing yakni di Pendam IX/Udayana, Infolahtadam IX/Udayana, Hubdam IX/Udayana, Sandidam IX/Udayana dan Deninteldam IX/Udayana.

“Serangkaian prosedur ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan untuk meyakinkan bahwa para Prajurit tersebut betul-betul sehat dan aman jika beraktifitas kembali untuk melaksanakan tugas di satuannya serta aman juga berkumpul lagi dengan keluarga, karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih terus terjadi," terang Kapendam.

Peselancar Australia Selamat dari Serangan Hiu Berkat Bantuan Papan Selancar

Antisipasi Pemain Mundur, Pelatih Bali United Punya Alternatif

Asapi Valentino Rossi di MotoGP Brno, Alex Rins Tatap Optimis Austin

Kapendam menjelaskan, bahwa tugas pengamanan darat yang tergelar di wilayah perbatasan RI-RDTL merupakan salah satu tugas pokok TNI untuk melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1), tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

"TNI bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara," tutup Kapendam. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved