Dua Kali, Gung Sanggra Jadi Pengibar Merah Putih di Istana

I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinatha (17) siswa kelas III SMA 1 Mendoyo, mewakili Bali untuk menjadi pengibar bendera merah putih di Istana

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Foto: Bapak dan Kakak Gung Sanggra ketika ditemui di rumahnya mengaku bangga dengan prestasi kedua kali menjadi pengibar merah putih di istana Bogor, Jumat (14/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Jro Mangku Agung Komang Sunarta (56) warga Banjar Tegak Gede Desa Yehembang Kangin, Jembrana, Bali, menampakkan raut muka bangga.

Anak laki-lakinya, I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinatha (17) siswa kelas III SMA 1 Mendoyo, mewakili Bali untuk menjadi pengibar bendera merah putih di Istana Bogor.

Di HUT RI yang ke 75 ini, Gung Sanggra kembali ditunjuk menjadi perwakilan Bali dari delapan orang yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Istana.

Jro Mangku Sunarta ketika ditemui di rumahnya, Jumat (14/8/2020), mengaku turut merasakan bahagia dan bangga.

Penuhi Permintaan Kebutuhan Pengguna Jasa, Lion Air Kembali Penuhi Rute Bandung-Denpasar

Tidur Lebih Nyenyak dan Percaya Diri, 10 Tanda Tubuh Sedang Fit

Ini 7 Drakor yang Sempat Jadi Perbincangan & Trending di Twitter, Apa Anda Sudah Menontonnya ?

Anak keduanya itu sejak 2019 sudah dapat mewakili Bali untuk menjadi pengibar bendera merah putih.

Di tahun 2019, anaknya pertama mewakili Bali, dengan seorang perempuan asal Kabupaten Bangli.

Di tahun 2019 lalu, ada sekitar 68 orang perwakilan dari seluruh Indonesia yang menjadi pengibar merah putih.

Dan dua orang menjadi perwakilan Bali, dimana Gung Sanggra turut andil.

"Terus terang bangga soalnya tidak menyangka proses paskibraka yang kedua kali, nah ini juga mungkin dari Tuhan YME, dukungan masyarakat Jembrana," ucapnya.

Sunarta mengaku, bahwa untuk menjadi Paskibraka tahun ini, pusat hanya mengukuhkan sebanyak delapan orang saja.

Berbeda dengan tahun lalu, dimana seleksi dari Jembrana ada sekitar lima orang laki-laki dan perempuan.

Kemudian, diseleksi kembali sebanyak 90 orang di provinsi dari seluruh perwakilan Bali.

Dan kemudian ada dua orang terpilih, sepasang atau laki-laki dan perempuan yang mewakili Bali.

"Kalau anak saya, memang modelnya (keinginan) jalan sendirinya. Selama positif saya dukung. Dari SMP ikut LKBB dan gerak jalan, terus dilanjutkan ke SMA. Awal ikut gerak jalan diseleksi di kecamatan Kabupaten, terus di provinsi lolos dan akhirnya ikut paskibraka di Nasional," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved