Breaking News:

Berubah Status dari Hujau ke Oranye, Disdikpora Buleleng Tunda Sistem Pembelajaran Tatap Muka

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng saat ini memutuskan untuk tetap menerapkan sistem pembelajaran dengan daring, serta jarak

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Plt Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng saat ini memutuskan untuk tetap menerapkan sistem pembelajaran dengan daring, serta jarak jauh.

Hal ini mengingat Buleleng telah berubah status dari zona hijau ke zona oranye, atau daerah risiko sedang penularan covid-19.

Plt Disdikpora Buleleng, Made Astika dikonfirmasi Minggu (16/8/2020) mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri disebutkan bahwa wilayah dengan zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk menggelar pembelajaran dengan tatap muka. Atau membagi proses pembelajaran dalam dua shift.

Mengingat Buleleng sendiri masuk dalam zona oranye, maka pihaknya bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng pun sepakat untuk tidak menerapkan SKB dari empat kementerian itu sementara waktu, hingga situasi perkembangan Covid-19 di Buleleng membaik.

Pengelola Objek Wisata di Badung Mengeluh, Kunjungan Wisatawan Masih Sepi Meski Sudah New Normal

Diawali Normalisasi Tukad Unda, Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung Dimulai Tahun Ini

GP Ansor Banser Karangasem Gelar Renungan Suci dan Apel Kehormatan

"Karena Buleleng masuk zona oranye, jadi gugus tugas juga sepakat untuk menunda proses pembelajaran tatap muka. Termasuk juga tidak menerapkan dua sif. Di mana dalam SKB empat menteri itu kan disebutkan sekolah juga bisa melakukan pembelajaran tatap muka, asal menerapkan protokol kesehatan, dan dibagi dalam dua sif. Ini dinilai sangat berisiko, karena kita sudah masuk zona oranye," ucap Astika.

Sementara terkait kurikulum darurat Covid-19, ditegaskan Astika tetap mengacu pada Kurikulum Nasional 2013.

Hanya saja, guru diperbolehkan untuk melakukan pengurangan atau peyederhanaan kompetensi dasar yang disampaikan ke peserta didik.

"Ada beberapa kompetensi dasar yang dapat digabungkan dan disederhanakan saat pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri, sehingga proses pembelajaran ditengah pandemi Covid-19 jadi lebih mudah," jelasnya.

Usulan Ida I Dewa Agung Jambe Sebagai Pahlawan Nasional Masih Tahap Kajian

Diperkuat Putu Gede Juni Antara, Celuk Lingsir Juarai Trofeo HUT ke - 75 RI

Wings Air dan Batik Air Turut Serta Dalam Safe Travel Campaign

Sementara, berdasarkan data yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, pada Minggu (16/8/2020), secara kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Buleleng sejak Maret hingga saat ini mencapai 242 orang.

Sementara yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 153 orang. Sehingga yang masih dirawat sebanyak 81 orang. Sementara yang meninggal akibat Covid-19 sudah sebanyak tiga orang. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved