Breaking News:

Dilarang Ada Layangan, Paramotor Akan Atraksi di Langit Kota Gianyar Saat Detik-Detik Proklamasi

Peringatan Hari Kemerdekaan di Kabupaten Gianyar, akan menyuguhkan hal berbeda, Senin (17/8/2020).

Istimewa
Paramotor yang akan mengudara membawa bendera merah putih saat detik-detik proklamasi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Peringatan Hari Kemerdekaan di Kabupaten Gianyar, akan menyuguhkan hal berbeda, Senin (17/8/2020).

Sebab di langit Kota Gianyar akan ada atraksi paramotor dan paratrike.

Atraksi yang disuguhkan adalah mengibarkan bendera merah putih di langit.

Informasi dihimpun Minggu (16/8/2020), kepastian atraksi ini setelah dilakukan dalam rapat akhir persiapan  di Aerosport Keramas, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (15/8/2020).

Rapat tersebut dihadiri  Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel PNB Radar Soeharsono, pejabat terkait Pemkab Gianyar,  Federasi Aero Sport Indonesia (FASIDA) Daerah Bali, dan para pilot paramotor dan paratrike.

Dikenal Tertutup, Warga Dibuat Geger Pria Ini yang Simpan Sepekan Jenazah Istri di Penampungan Air

Protokol Nonton Konser di Bali Revival 2020 Sangat Ketat, Satu Mobil Maksimal 4 Orang

Babak Baru Kasus Penembakan di Kelapa Gading, Saksi Sebut Sempat Ngobrol dengan Para Pelaku

Babinsa TNI Lanud, Putu Sudiarta menjelaskan, rencananya delapan paramotor dan dua paratrike akan take off dari pantai Komune Keramas, Blahbatuh menuju Kota Gianyar bertepatan apel peringatan detik-detik Proklamasi di halaman Kantor Bupati Gianyar, yang diperkirakan akan selesai sekitar pukul 09.00 wita. 

Sampai di Kota Gianyar, kata dia, para pilot yang berada di bawah naungan FASIDA ini akan berputar di atas lapangan Astina dan sekitarnya, kemudian melintas di depan Kantor Bupati Gianyar, lanjut kembali menuju pantai Keramas.

"Masing-masing paramotor dan paratrike ini terbang membawa bendera merah putih," jelas Putu Sudiarta.

Danlanud Kolonel PNB Radar Soeharsono meminta, selama ataraksi ini berlangsung, tidak boleh adanya layangan, sebab hal tersebut sangat berbahaya bagi penerbangan.

Update Covid-19: 443 Orang dalam Perawatan di Bali, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi

Race Seri Keempat MotoGP Austria 2020, Ini Link Live Streamingnya

Kurangi Sebelum Terlambat, 3 Jenis Makanan yang Memicu Kanker Serviks

Karena itu, pihaknya meminta dukungan Pemkab Gianyar agar mengawasi setiap wilayah yang akan dilalui agar steril layangan.

“Jangan ada layangan, karena itu sangat membahayakan,” tandasnya.

Camat Blahbatuh dan Camat Gianyar yang hadir pada saat itu  mengatakan sudah mengirim surat ke desa dinas tentang imbauan agar masyarakat tidak menaikkan layangan pada tanggal 17 Agustus 2020.

"Surat larangan menaikkan layang layangan sudah dikirim ke masing-masing desa dan kami akan melakukan pengecekan lagi agar imbauan ini benar benar dilakukan," ujar Camat Blahbatuh, Ida Bagus Dharma Yudha. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved