Breaking News:

Sponsored Content

Riyandri Ceritakan Pengalaman saat Anaknya Operasi Usus Buntu, Merasa Merdeka karena Miliki JKN-KIS

Riyandri (49), salah seorang peserta JKN-KIS yang menganggap bahwa menjadi peserta JKN-KIS adalah bentuk kemerdekaan yang dimililiki setiap orang

Istimewa
Riyandri (49) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terbukti telah memberikan dampak nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Selain memberikan proteksi kesehatan bagi masyarakat, dengan program tersebut juga bisa memberikan keluasan akses mendapat pelayanan kesehatan di seluruh fasiltas kesehatan.

Mungkin bagi sebagian orang, jaminan kesehatan tidak dibutuhkan dalam keadaan sehat, namun ketika sakit dan memiliki kemungkinan akan ada konsekuensi biaya yang ditanggung dengan nominal yang besar maka disinilah fungsi protection dibutuhkan untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga.

Riyandri (49), salah seorang peserta JKN-KIS yang menganggap bahwa menjadi peserta JKN-KIS adalah bentuk kemerdekaan yang dimililiki setiap orang.

Merantau Seorang Diri di Denpasar, Sipri: Pekerja Merdeka adalah Pekerja yang Memiliki JKN-KIS

Upacara Kemerdekaan RI ke-75, Bupati Badung Harapkan Semangat Patriotisme pada Kaum Milenial

Gubernur Anies Perintahkan Lurah Keliling dan Tindak Warga yang Adakan Lomba 17 Agustusan

Baginya, di zaman sekarang ini, merdeka bukan hanya karena telah terbebas dari penjajahan tapi merdeka adalah di saat kita bisa beraktivitas dengan bebas, sehat dan tanpa adanya keterpaksaan dari pihak manapun.

“Dengan memiliki JKN-KIS, saya menjadi tenang dan merasakan arti kemerdekaan karena tidak perlu takut dan bingung lagi jika saya atau keluarga jatuh sakit dan memerlukan penanganan medis,” ujar Riyandri.

Riyandri mengaku dirinya tidak pernah memiliki penyakit yang berat dan berharap ia akan selalu diberikan kesehatan.

Namun, bukan berarti dirinya tidak akan pernah jatuh sakit.

Ia mengatakan beberapa kali sempat mengalami sakit ringan seperti batuk, flu dan demam.

Merasakan ada yagng tidak enak dengan kondisi tubuhnya, kemudian dirinya berobat ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tempat ia terdaftar di Puskesmas Abiansemal 1 dan menggunakan JKN-KIS.

"Menggunakan kartu kepesertaan JKN-KIS sangat mudah dan tidak ada perlakuan yang berbeda antara pasien umum dan peserta JKN-KIS.

Bukan cuma saya saja yang pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat, pengalaman menggunakan JKN-KIS juga dirasakan anak saya yang harus dioperasi karena mengalami usus buntu.

Sebagai orangtua tentu saja saya merasa sedih jika melihat anak sakit, untung saja ada JKN-KIS jadi beban saya menjadi berkurang dan tidak perlu memikirkan darimana mendapatkan biaya untuk membayar tagihan rumah sakit,” kenang Riyandri.

Riyandri mengucapkan terima kasih dan mengucapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya karena telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Nyawa Adi Yanto Tak Tertolong Usai Tertabrak Mobil di Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar

Soal Revitalisasi Stadion Dipta Gianyar, Yabes Tanuri : Target Selesai Akhir 2021

Peringati HUT RI, Mangsi Grill Master Gelar Mangsi Eating Competition

Di akhir wawancara, Riyandri berharap semoga semua rakyat Indonesia akan merasakan merdeka hidup dengan memiliki JKN-KIS.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved