Meski Ada di Lahan Pribadi, Baliho Bersifat Provokasi dan Tak Berizin di Gianyar Tetap Ditertibkan

Sebab Satpol PP Gianyar tidak memberikan toleransi terhadap baliho tidak berizin, mengganggu dan memiliki unsur provokasi.

Istimewa
Made Watha 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemerintah tidak memberikan kompromi terhadap baliho yang menyuarakan pembebasan personil Superman Is Dead (SID).

Meskipun didirikan di lahan pribadi, Satpol PP Gianyar akan tetap menurunkan.

Sebab Satpol PP Gianyar tidak memberikan toleransi terhadap baliho tidak berizin, mengganggu dan memiliki unsur provokasi.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Selasa (18/8/2020), di sejumlah daerah baliho ‘bebaskan JRX’, telah diturunkan, termasuk juga di Gianyar.

Tiga Pemain Bali United Cedera Jelang Laga Piala AFC 2020, Pelatih Teco Ungkap Kinerja Tim Medis

Bupati Suwirta Sidak Swalayan dan Toko Berjejaring, Belum Semua Pasarkan Produk UMKM Lokal

Resmi Tinggalkan Man City, David Silva Pilih Balik ke Liga Spanyol, Bela Real Sociedad, Lazio Kecele

Penurunan baliho tersebut dilakukan Satpol PP Gianyar di Desa Celuk, Sukawati, dan dikawasan By Pass Ida Bagus Mantra.

Kepala Dinas Satpol PP Gianyar, Made Watha mengatakan, penurunan baliho JRX tersebut bukan bersifat spontanitas.

Dia menegaskan, setiap baliho yang tidak memiliki izin, terlebih jika baliho tersebut bersifat provokasi, maka pihaknya akan langsung menurunkan, bahkan jikapun baliho tersebut dipasang di lahan pribadi.

"Dak ada mendadak, karena semua baliho yang dipasang tanpa ijin setelah kita koordinasi dengan Dinas Perizinan harus ditertibkan.

Sepanjang tidak ada  izin dan sifatnya mengganggu kenyamanan dan sifatnya mem provokasi, kita turunkan " ujarnya.

Terkait provokasi yang dimaksudkannya, Watha mengatakan, mengkritisi kebijakan pemerintah atau melanggar undang-undang.

"Bisa dalam bentuk mengkritisi kebijakan pemerintah dan langgar UU" ujarnya.

Watha mengimbau kepada orang perorangan, atau perusahaan, yang akan memasang baliho untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

 "terlepas dari pro dan kontra, kalau memang tanpa izin ya pasti kita tertibkan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved