Breaking News:

Gelapkan Uang Jual Beli Mobil untuk Bayar Utang, Sartana Terancam 4 Tahun Penjara

Penyidik Polsek Kediri telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penggelapan uang hasil jual mobil,

Polsek Kediri
Pelaku penggelapan uang hasil jual mobil saat diperiksa polisi di Mapolsek Kediri, Tabanan, Bali, Rabu (19/8/2020)., 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Penyidik Polsek Kediri telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penggelapan uang hasil jual mobil, di Mapolsek Kediri, Tabanan, Bali, Rabu (19/8/2020).

Pria asal Desa Darmasaba, Badung, Bali, tersebut telah menggunakan uang hasil jual beli mobil untuk membayar utangnya.

Ia memilih hidup berpindah-pindah untuk menghindari kejaran polisi.

Menurut Kapolsek Kediri Kompol, I Gusti Nyoman Wintara, pelaku bernama I Wayan Sartana (30) tersebut memang kerap tinggal berpindah-pindah sejak dilaporkan kasus penggelapan uang.

Setelah 1,5 tahun menjadi buronan, pelaku berhasil dibekuk dan saat ini sudah ditahan.

"Jadi pelaku ini memang berpindah-pindah," katanya.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kata dia, pelaku menggelapkan uang hasil jual mobil korbannya, lalu digunakan untuk membayar utang.

Namun ketika disinggung mengenai berapa uang korban yang dihabiskan, Kapolsek Kediri enggan berkomentar lebih jauh.

"Dia ngaku untuk bayar utang, dan dari hasil penjualan mobil tersebut (Rp 107 juta) masih ada sedikit (sisanya)," ungkap Kompol Wintara.

Akibat kejadian tersebut, pelaku disangkakan Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 378 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved