Breaking News:

Viral

2 Oknum Polisi Jembrana Bali Diperiksa Terkait Video Viral Berdurasi 3.17 Menit

Dua oknum polisi di dalam video yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) akhirnya diproses oleh Propam Polres Jembrana, Bali.

Tangkap layar YouTube style kenji
Tangkap layar video oknum polisi diduga pungli di Jembrana, Bali 

TRIBUN-BALI.COM - Dua oknum polisi di dalam video yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) akhirnya diproses oleh Propam Polres Jembrana, Bali.

Dua oknum polisi itu kini berada di ruangan Propam untuk menjalani pemeriksaan.

Hal ini disampaikan, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Kamis (20/8/2020).

Kapolres Jembrana menjelaskan,  razia itu memang diakui dua oknum polisi tersebut, dilakukan di Polsek Pekutatan, dan memang razia resmi yang dilakukan pihaknya.

Dan dari keterangan yang bersangkutan dua oknum polisi dilakukan di pertengahan 2019.

BREAKING NEWS: Oknum Polisi Diperiksa Propam Polres Jembrana, Diduga Tilang WN Asing Rp 1 Juta

Ia baru mengetahui mengenai video viral itu, pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wita ada video viral anggota Pekutatan diduga melakukan Pungli.

"Kemudian anggota itu dipanggil yang saat ini diambil keterangan untuk proses lebih lanjut," ucapnya.

Menurut dia, karena kejadian ini, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose pun memerintahkan penindakan tegas jika terbukti melakukan pungutan liar.

Oleh karena itu, maka masalahnya sedang didalami oleh anggota di internal.

Nantinya akan diketahui, pelanggaran yang dilakukan, dari hasil pemeriksaan, apakah termasuk pelanggaran etik atau disiplin.

"Ketika anggota salah maka akan ditindak. Kami di Polres Jembrana kepada seluruh jajaran sudah ditekankan. Ketika berprestasi maka memberikan reward, dan ketika salah maka kami beri punishment," jelasnya. 

Sebelumnya, viral di media sosial, seorang oknum polisi anggota Polsek Pekutatan, jajaran Mapolres Jembrana, melakukan tilang dan diduga meminta uang Rp 1 juta.

Dalam tayangan video yang viral itu terlihat, si oknum melakukan pungutan denda tilang terhadap pengendara motor, yang diperkirakan Warga Negara (WN) Jepang, karena lampu depan motornya tidak menyala.

Video yang beredar tersebut berdurasi sekitar 3.17 menit, dan di-upload channel Style Kenji.

Dari pengamatan di video, oknum polisi itu bernama I Made W.

Dalam tayangan video, sebelum melakukan dugaan memungut Rp 1 juta dari pengendara itu, si oknum melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan SIM dan STNK.

Kemudian, setelah memeriksa dan semuanya lengkap, ia melihat lampu motor bagian depan pengendara tidak nyala alias mati.

Dalam komunikasi dengan bahasa Inggris yang kurang jelas, akhirnya oknum polisi itu terlihat seperti melakukan penilangan.

Di situ kemudian muncul bagian yang menyiratkan dugaan si oknum meminta uang sebesar Rp 1 juta.

Setelah itu, si pengendara diperbolehkan melanjutkan perjalanannya.

Saat ini kedua oknum polisi tersebut masih berada di ruangan Propam.

Kapolres Jembrana menegaskan, penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu.

Namun, ia menambahkan, peristiwa itu sendiri dari pengakuan sang oknum yang bersangkutan, terjadi pada pertengahan 2019.

Keterangan di channel Kenji Style menunjukkan, video di-upload pada Desember 2019.

"Kami akan informasikan selanjutnya nanti," bebernya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi sekitar 3.17 menit, yang di-upload channel Style Kenji.

Dari pengamatan di video, oknum polisi itu bernama I Made W, yang dikabarkan sudah hampir pensiun.

Polisi berkacamata itu, sebelum melakukan pungutan, melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan SIM dan STNK.

Kemudian, setelah memeriksa dan semuanya lengkap, ia melihat lampu motor bagian depan pengendara tidak nyala alias mati.

Akhirnya, oknum polisi itu melakukan penilangan.

Sayangnya, penilangan itu tidak dengan memberikan surat tilang terhadap WN Jepang tersebut.

Namun meminta uang sebesar Rp 1 juta.

Uang itu sebagai upaya damai dan wisman itu diperbolehkan melanjutkan perjalanannya.

Dari pantauan di Mapolres Jembrana, polisi yang bersangkutan sudah dipanggil Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Kamis (20/8/2020).

Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

Pendek kata, Ketut membenarkan yang bersangkutan sudah diproses.

Sudah dipanggil dan berada di ruangan propam.

"Kalau memang hasil penyelidikan bersalah, maka kita akan proses," ucapnya.

Kapolres Jembrana Ketut mengaku, penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu.

Namun, kejadian sendiri dari pengakuan yang bersangkutan terjadi atau dilakukan pada pertengahan 2019.

Keterangan video itu di-upload pada Desember 2019 oleh pemilik akun Style Kenji.

"Kami akan informasi selanjutnya," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved