Menurut Penelitian, Madu Lebih Cepat Atasi Batuk Dibanding Obat Pabrikan
Batuk sebenarnya adalah respons alami tubuh sebagai bentuk pertahanan untuk mengeluarkan zat atau partikel dari saluran pernapasan.
TRIBUN-BALI.COM - Batuk sebenarnya adalah respons alami tubuh sebagai bentuk pertahanan untuk mengeluarkan zat atau partikel dari saluran pernapasan.
Sayangnya, batuk kerap membandel dan sulit diatasi hingga membuat banyak aktivitas terganggu.
Hal ini menjadi sebab banyak orang ingin segera menuntaskan masalah batuk.
Bahkan, pencarian mengenai obat batuk di internet cukup banyak dilakukan mulai dari pabrikan hingga yang alami.
Lalu, apakah obat batuk paling ampuh?
Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Oxford University menemukan obat batuk paling ampuh, yaitu madu.
• Sebelum Beri Handphone, Kenalkan Batasan yang Bisa Diakses pada Anak
• Tak Perlu Skincare Mahal, Berikut 9 Cara Menghilangkan Flek Hitam di Wajah secara Alami
• Ini Pentingnya Konsumsi Garam Ber-SNI dan yang Mengandung Iodium
Dalam makalah yang dipublikasikan dalam British Medical Journal itu, para peneliti menyimpulkan bahwa madu lebih efektif daripada ekspetoran, obat penekan batuk, antihistamin, dan obat penghilang rasa sakit.
Melansir dari Newshub, madu terbukti lebih unggul dalam meredakan batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat.
Bahkan, keefektifan madu dalam mengurangi keparahan batuk 44 persen lebih tinggi dibanding obat-obatan yang dijual bebas.
Efek tersebut didapatkan dari sifat anti-mikroba dan senyawa hidrogen peroksida dalam madu yang efektif membunuh bakteri.
Tak hanya itu, konsistensi madu yang kental dan lengket juga memiliki efek menenangkan pada tenggorokan.
Merangkum dari The Guardian, analisis data studi menunjukkan bahwa madu lebih efektif dibanding obat biasa untuk mengobati gejala, terutama frekuensi dan tingkat keparahannya.
• Niat Cari Kerja, Jihan Justru Ambil Hp Pemilik Warung Saat Membeli Rokok
• Lovina Akan Dipecah Jadi Kecamatan Baru di Buleleng
• Sempat Dihentikan Karena Covid-19, Program Dokar Gratis di Denpasar Akan Dilanjutkan 3 Oktober 2020
Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa madu mengatasi batuk lebih cepat satu hingga dua hari.
Meski begitu, para peneliti juga menyadari bahwa madu adalah zat yang kompleks dan bukan produk seragam. Artinya, kandungan antara madu satu dengan yang lainnya mungkin saja berbeda secara signifikan.
Namun, para peneliti juga menyebut, madu dapat menjadi obat alternatif yang aman untuk mengobati gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) dengan aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-madugh.jpg)