Breaking News:

Corona di Bali

Ekonomi Warga Drop, Donatur Asing Kucurkan Bantuan di Desa Adat Nagi Gianyar

Pandemi Covid-19 sampai saat ini telah merusak struktur perekonomian masyarakat. Sektor yang paling terdampak atas kondisi ini adalah pariwisata

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Yayasan Dobro Bali salurkan bantuan sembako di Banjar/Desa Adat Nagi, Petulu, Ubud, Kamis (20/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pandemi Covid-19 sampai saat ini telah merusak struktur perekonomian masyarakat.

Sektor yang paling terdampak atas kondisi ini adalah pariwisata.

Hal tersebut berdampak buruk terhadap kondisi perekonomian warga Banjar/Desa Adat Nagi, Desa Petulu, Ubud, Gianyar, Bali.

Terdapat banyak pengangguran, serta karyawan pariwisata yang menerima upah jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Jangan Memulai dengan Harapan, Bagaimana Langkah Memulai Meditasi yang Benar?

Atas Dasar Ini Ronaldo Diklaim Lebih Hebat dari Messi

5 Drama Korea Terbaru Ini Bisa Menghilangkan Rasa Bosan Anda, SF8 hingga Forest of Secrets 2

Kondisi tersebut pun mendapatkan perhatian dari donatur-donatur luar negeri, seperti Rusia, Kasastan hingga Ukraina.

Bantuan berupa sembako dari donatur asing ini telah disalurkan oleh Yayasan Dobro Bali, Kamis (20/8/2020).

Bantuan tersebut menyasar 102 Kepala Keluarga (KK), dengan jenis bantuan berupa satu liter minyak goreng, satu krat telur dan 5 kilogram (Kg) beras.

Warga setempat, Harta Prima, Jumat (21/8/2020) mengatakan, pasca pandemi Covid-19, kondisi ekonomi warga karut-marut.

Hal tersebut dikarenakan selama ini, sebagian besar warga sangat tergantung pada industri pariwisata.

Mulai dari bidang jasa transportasi hingga sebagai karyawan di akomodasi pariwisata.

Ia berkata, saat ini terjadi banyak pengangguran.

Sementara, warga yang masih bekerja di akomodasi pariwisata pun, kata dia, ada yang diupah Rp. 50 ribu per hari dengan intesitas kerja enam hari per bulan.

“Ekonomi sangat drop, apalagi sebagian besar warga di sini bekerja di pariwisata. Ada yang menganggur, ada juga yang masih kerja dengan upah Rp. 50 ribu per hari sementara per bulan hanya bekerja selama enam hari,” ujar Prima.

Koordinator bantuan, Sergio Zani mengatakan, sebelum menyalurkan bantuan sembako di Banjar Nagi, pihaknya juga telah melakukan kegiatan yang sama di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali.

Terkait di Nagi, pihaknya menyalurkan untuk 102 KK, dengan bantuan berupa minyak goreng, telur dan beras.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat. Semoga pandemi segera berakhir supaya aktivitas semua orang bisa kembali normal,” harapnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved