Ngopi Santai
Kerinduan Maria
Katakan tentang rindu, maka rasa itu berkelindan riuh dalam sanubari Maria.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Dalam 12 musim sebelumnya termasuk sejak kompetisi ini bernama Piala Champions, pencapaian terbaik PSG adalah babak semifinal musim 1994/1995.
Bahkan setelah diakuisisi Qatar Sports Investments tahun 2011, PSG tetap gagal menembus final.
Sejak akuisisi itu, langkag terjauh PSG adalah babak perempatfinal empat musim beruntun tahun 2013 hingga 2016.
Data berikut memperlihatkan betapa berat perjuangan PSG mencapai final pertama.
Tim asuhan Thomas Tuchel melalui 110 pertandingan untuk menjejak partai puncak.
Ini merupakan sebuah rekor baru sebagaimana dilansir Opta.
Rekor sebelumnya dipegang Arsenal yang membutuhkan 90 pertandingan dalam rentang waktu 1971-2006 untuk mencapai final pertama.
Tim yang bermarkas di Parc des Princes tersebut juga menyamai rekor Real Madrid.
Tiga gol ke gawang RB Leipizig menyamai catatan Madrid sebagai tim yang selalu mencetak gol dalam 34 pertandingan beruntun di panggung Eropa.
Sejak tahun 2016, PSG tak pernah gagal mencetak gol dalam 34 pertandingan di kompetisi Eropa secara beruntun.
Terakhir Les Parisiens gagal mencetak gol yakni saat kalah melawan Manchester City.
Catatan ini sama dengan Real Madrid yang juga mencetak 34 gol secara beruntun di Liga Champions dari tahun 2011 hingga 2014.
PSG berpeluang melampaui rekor itu manakala mencetak gol di partai final Minggu malam 23 Agustus 2020.
Kinerja PSG musim ini terbilang apik. Dalam 10 laga sejak fase penyisihan grup hingga semifinal, Neymar dkk hanya sekali kalah yaitu pada leg pertama melawan Borussia Dortmund di babak 16 besar.
PSG menang 8 kali, sekali seri, mencetak 25 gol dan hanya kebobolan 5 gol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/logo-liga-champions-teranyar.jpg)