Ngopi Santai
Kerinduan Maria
Katakan tentang rindu, maka rasa itu berkelindan riuh dalam sanubari Maria.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Di fase grup mereka antara lain menggilas Real Madrid 3-0 dan Galatasaray 5-0.
PSG memiliki modal sangat memadai untuk menjuarai Liga Champions.
Bukan mustahil mereka menundukkan Bayern Muenchen yang lebih favorit mengingat jam terbang serta rekam jejak prestasinya.
Grafik permainan PSG konsisten dan terus membaik. Thomas Tuchel yang fanatik pada formasi klasik 4-3-3 memiliki tim inti yang sangat solid.
Line up andalannya adalah Kehrer, Thiago Silva, Kimpembe, Bernat, Verratti, Marquinhos, Herrera, Di Maria, Neymar dan Mbappe.
Neymar dan Di Maria merupakan inspirator tim. Peran keduanya sangat sentral.
Angel Di Maria rajin mensuplai bola-bola matang ke kontak penalti. Neymar yang musim ini bebas dari cedera merupakan tukang teror para bek lawan.
Dia lincah bertukar posisi dengan Mbappe dan pada momentum yang tepat pasti menjebol gawang musuh.
Kimpembe, Bernat, Verratti, Marquinhos dan Herrera bekerja sangat baik di posisinya masing-masing.
Asal mampu merawat rasa percaya diri, PSG merupakan lawan sepadan bagi Bayern Muenchen dan berpeluang besar mengalahkan tim raksasa Jerman tersebut. Tak ada yang mustahil.
Incar Gelar Keenam
Dalam kadar berbeda Bayern Muenchen juga merindukan gelar Eropa. Maklum Die Rotten sudah agak lama tidak mencicipinya. Telah lebih dari tujuh puluh purnama berlalu.
Terakhir tahun 2013 saat mengalahkan sesama tim Bundesliga, Borrusia Dortmund 2-1 di Stadion Wembley London.
Kemenangan 2013 membuat Muenchen menyabet tiga gelar sekaligus yakni Liga Champions Eropa, juara Bundesliga dan Piala Jerman.
Tersisa empat pemain yang ikut mengangkat trofi Kuping Besar 2013 yang masih bertahan di Allianz Arena sekarang.
Mereka adalah kiper sekaligus kapten tim, Manuel Neuer, Jerome Boateng, David Alaba dan
Thomas Mueller.
Selebihnya belum pernah merasakan aroma juara Eropa termasuk sang bintang asal Polandia, Robert Lewandowski, rekannya Philippe Coutinho, Lucas Hernandez, Benyamin Pavard, Corentin Tolisso dan
lain-lain.
Malah pada tahun 2013, Robert Lewandowski sakit hati. Waktu itu dia bagian dari tim Dortmund yang kalah.
Kinerja tim asuhan Hans-Dieter "Hansi" Flick di Liga Champions musim ini nyaris sempurna. Membalut 10 laga sejak penyisihan dengan kemenangan meyakinkan.
Pada fase grup Die Rotten – julukan Bayern - menekuk RS Belgrade 3-0, 6-0, Tottenham Hotspur 7-2, 3-0 dan Olimpiakos 3-2, 2-0.
Di babak knock out 16 besar menyingkirkan Chelsea berkat dua kemenangan 3-0 dan 4-1.
Hasil fantastik tercipta di perempatfinal ketika Robert Lewandowski dkk mempermalukan Barcelona 8-2 dan terakhir mengalahkan Olimpique Lyon 3-0 di semifinal.
Rekor anak asuh Hansi Flick adalah menang 10 kali, mencetak 42 gol dan kebobolan 8 gol. Sukses itu berkat racikan Hansi Flick yang loyal pada skema favoritnya 4-2-3-1.
Ciri Bayern, rapat lini pertahanan, mendominasi lapangan tengah serta piawai di kotak penalti lawan.
Skuat utama Bayern Muenchen adalah Neuer di bawah mistar ditopang Kimmich, Boateng, Alaba, Davies di lini pertahanan, Goretzka, Thiago, Perisic dan Muller di tengah.
Sumber gol berasal dari kaki dan kepala Robert Lewandowski dibantu pemain muda yang makin bersinar
Serge Gnabry.
Fokus perhatian pastilah tertuju pada Lewi, sapaan karib Lewandowski.
Dalam usia 32 tahun, striker asal Polandia ini sedang berada dalam usia emas. Sang bomber telah mengemas 55 gol di semua kompetisi musim ini. Subur nian.
Koleksi 15 gol di Liga Champions yang membuatnya jadi topskor. Itulah rekor gol terbaik sepanjang karier Lewi.
Jika dia bisa mencetak dua gol di babak final melawan PSG, pencapaiannya menyamai Cristiano Ronaldo.
CR7 cetak 17 gol pada musim 2013/2014 saat membantu Real Madrid juara Liga Champions ke-10.
Bermodal catatan 100 gol di Bundesliga dan 42 gol di Liga Champions 2019-2020, tim asuhan Hansi Flick pantas jadi favorit.
Mental jawara adalah roh Bayern yang sepuluh kali masuk final Liga Champions dan lima kali meraih trofi.
Berbeda dengan PSG yang incar gelar perdana, Muenchen memburu trofi keenam. FC Hollywood menjadi juara tiga tahun beruntun pada era 1970-an.
Namun, sesudah itu Muenchen menunggu sangat lama untuk kembali berjaya di Eropa.
Mereka baru bisa memupus dahaga setelah menanti 25 tahun ketika berjaya pada 2001, setelah sebelumnya terakhir kali mengangkat trofi tahun 1976 pada masa keemasan Franz Beckenbauer, Berti Vogts dkk.
Teranyar Bayern memenangkan Liga Champions 2013 setelah gagal di final 2010 dan 2012.
Bila menang atas Paris Saint Germain di Estadio da Luz, 23 Agustus 2020, mereka menyamai rekor Liverpool yang musim ini tersingkir amat lekas.
The Reds meninggalkan Bayern ketika menjuarai edisi tahun lalu.
Sejauh ini klub paling sukses di Liga Champions adalah Real Madrid. Tim raksasa Spanyol itu mengoleksi 13 gelar disusul AC Milan (7).
Bayern Muenchen merupakan tim kedua sepanjang sejarah yang lolos ke final Liga Champions dengan memenangi semua pertandingan.
Seperti dikutip dari Bolasport.com, sebelum ini hanya AC Milan yang bisa melakukannya.
Pada musim 1992-1993, AC Milan menang 10 pertandingan beruntun.
Sialnya AC Milan malah tampil antiklimaks di laga pamungkas.
Tim langganan juara Liga Serie A Italia tersebut harus mengakui keunggulan wakil Perancis, Marseille 1-0. Langkah trengginas sejak penyisihan berujung lara.
Final 2020 tanpa penonton karena teror si coronavirus, Bayern Muenchen pun menghadapi klub Liga Prancis, Paris Saint Germain yang sedang naik daun.
L’histoire se Repete. Sejarah berulang, kata orang Prancis. Apakah nasib serupa AC Milan terulang di Lisbon?
Wallahualam. Lebih baik tuan dan puan ikut menyaksikannya. Selamat menonton. (dion db putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/logo-liga-champions-teranyar.jpg)