Bupati Gianyar Minta Sekda Kaji Insentif Penguburan Jenazah Pasien Covid-19
Penguburan jenazah dengan protokol Covid-19, yang dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar pun relatif intens.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Di masa new normal, situasi kasus covid-19 di Kabupaten Gianyar terus mengalami kenaikan.
Penguburan jenazah dengan protokol Covid-19, yang dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar pun relatif intens.
Meski tugas mereka berhadapan dengan maut, namun untuk tugas tersebut mereka tidak menerima insentif.
Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Selasa (1/9/2020) mengatakan, saat ini jumlah penguburan pasien dengan standar covid-19, dilakukan oleh BPBD Gianyar.
Bahkan pada Minggu (30/8/2020) lalu, jumlah jenazah yang dikebumikan BPBD Gianyar sebanyak empat orang.
Namun ia menegaskan, sejauh ini BPBD Gianyar tidak merasa kewalahan atas tugasnya tersebut.
“Tidak kewalahan, kemarin (Minggu) empat menguburkan,” ujar Wisnu.
• Sebelum Masuk Toilet Kejati Bali Dan Diduga Menembak Diri Sendiri, Tri Nugraha Sempat Ucap Stres
• Tak Diizinkan Bicara Saat Rapat Paripurna, Walhi Nilai DPRD Langgar Hak Rakyat untuk Berpendapat
• Masih Zona Oranye, Pembelajaran di Kota Denpasar Tetap Dilaksanakan secara Daring
Wisnu tak menampik, sejauh ini petgas BPBD Gianyar yang juga menjadi garda terdepan Covid-19 tidak mendapatkan insentif.
Terkait pemberian insentif ini, pihaknya menunggu kebijakan dari Bupati Gianyar, Made Mahayastra.
“Penguburan memang tugas BPBD. Untuk Insentif BPBD, kita masih usulkan, nanti kebijakan di Bapak Bupati,” ujarnya.
Terkait tambahan penghasilan yang tidak diterima anggota BPBD Gianyar ini, Bupati Gianyar, Made Mahayastra meminta supaya Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya agar melakukan kajian.
Kegiatan tersebut haus berpatokan dengan regulasi dan menyesuaikan dengan keuangan daerah.
“Nanti saya instruksikan Sekda melakukan kajian. Karena orang yang meninggal dan harus melalui protokol Covid kan banyak sekarang. Jadi kita bahas (pemberian insentifnya),” ujar Bupati, Mahayastra.
• Masuk Indonesia Pakai Sepeda Motor dari Malaysia, WN China Ini di Deportasi
• 13 Hal yang Akan Terjadi Saat Tak Ada Media Sosial, Benarkah Kita Akan Lebih Bahagia?
• Raffi Ahmad Ungkap Bayaran YouTube Rans Entertainment Sebulan Bisa Capai Miliaran
Mahayastra menegaskan, hal yang saat ini akan menjadi pembahasannya, mulai dari jangan sampai BPBD Gianyar kekurangan staf dalam menguburkan jenazah pasien Covid-19.
Sebab di Gianyar sendiri, ada sebuah kepercayaan ‘nyulub’, artinya dalam 24 jam itu orang tersebut sudah harus dikebumikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-gianyar-made-mahayastra-tengah.jpg)