Breaking News:

Jelang Galungan Harga Babi di Klungkung Diprediksi Naik Signifikan, Pedagang Kesulitan Pasokan

TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Klungkung mulai melakukan monitoring harga dan ketersediaan komoditi menjelng hari raya Galungan

Dok Klungkung
TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Klungkung mulai melakukan monitoring harga dan ketersediaan komoditi menjelng hari raya Galungan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Klungkung mulai melakukan monitoring harga dan ketersediaan komoditi menjelng hari raya Galungan.

Dari hasil monitoring, para pedagang daging babi mengeluh minimnya pasokan daging babi imbas dari Virus African Fever (ASF) yang sempat merugikan peternak.

Kasubag Perekonomian Sekda Klungkung, Tjokorda Istri Agung Wiradnyani menjelaskan, dari hasil monitoring secara umum distribusi bahan pangan terpantau lancar, baik pasokan dari dalam provinsi maupun dari luar Provinsi Bali.

Hanya saja harga daging babi diperkirakan akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjelang hari raya Galungan.

Menurut informasi yang disampaikan pedagang, babi hidup sudah agak sulit untuk didapatkan setelah kejadian kasus kematian babi massal akibat virus ASF beberapa waktu lalu.

"Setelah kami tanya pedagang, mereka mengaku kesulitan dapatkan pasokan daging babi. Menurut mereka, para peternak masih merasa trauma dengan kerugian yang dialami. Sehingga jumlah peternak yang memelihara babi tidak terlalu banyak," ungkap Tjokorda Istri Agung Wiradnyani, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya saat ini harga daging babi sudah diangka Rp 70 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga daging babi masih antara Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu.

"Dengan kondisi itu, kemungkinan saat menjelang Galungan, kenaikan harga daging babi akan signifikan," ungkapnya.

Sementara pasokan komoditas lain, seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih cukup banyak.

Demikian juga daging ayam ras dan telur ayam ras.

Penurunan harga diperkirakan karena pasokan yang cukup banyak di tingkat produksi, sedangkan permintaan pasar cenderung mengalami penurunan.

Komoditas buah-buahan untuk keperluan hari raya, baik buah lokal maupun buah impor, pasokannya juga terpantau lancar.

Harga buah diperkirakan akan mulai mengalami kenaikan 4 hari menjelang Perayaan Hari Raya Galungan.

"Stok beras, gula pasir, dan minyak goreng ditingkat distributor/pedagang besar masih mencukupi untuk seminggu ke depan," jelasnya.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved