Sering Jadi Temuan BPK, Bupati Suwirta Minta Proyek Fisik di Klungkung Diperiksa secara Menyeluruh

Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, beberapa proyek fisik di Klungkung masih tetap berjalan.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat melakukan pengecekan ke sejumlah proyek fisik di Klungkung, Senin (7/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, beberapa proyek fisik di Klungkung masih tetap berjalan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun menekankan, setelah proyek rampung harus dilakukan pengecekan kembali oleh Inspektorat agar tidak ada temuan BPK.

Pelaksana juga harus memberdayakan pekerja lokal, karena saat ini banyak masyarakat membutuhkan pekerjaan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan rombongannya, Senin (7/9/2020) memonitoring sejumlah pembangunan fisik di Klungkung.

Peninjauan diawali dari menyambangi proyek pengembangan TOSS (tempat olah sampah setempat) di Dusun Karangdadi Desa Kusamba senilai Rp 2,1 miliar.

Peninjauan dilanjutkan ke proyek pembangunan sumur bor di selagan Kantor Camat Dawan senilai Rp 872 juta.

"Tadi saat monitoring di TOSS Centre, ada pekerjaan yang sedikit terlambat. Namun pihak rekanan sudah berupaya untuk mengejar keterlambatan tersebut," ungkap Suwirta.

Ansu Fati, Begini Puja-puji bagi Sang Pencetak Rekor di Laga Spanyol Vs Ukraina

Swiss Vs Jerman, Der Panzer Gagal Menang atas Juru Kunci, Sempat Unggul Lebih Dulu di Menit Ke-14

Cerita Kapolres Jembrana Nyamar Jadi Pembeli Moge dan Tangkap Pencuri Harley Davidson

Monitoring juga dilaksanakan di proyek pembangunan ruang guru di SD N 1 Tojan serta SD N 1 Semarapura Tengah. Termasuk proyek pembangunan kantor pelayanan dan aula di Polres Klungkung senilai Rp 4,5 miliar.

"Untuk pengerjaan proyek di Polres Klungkung, sudah berjalan sesuai progress. Tapi saya minta juga Kapolres untuk ikut mengawasi pengerjaan proyek ini," ungkap Suwirta, yang saat itu juga didampingi Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa.

Dalam monitoring tersebut, Suwirta menekankan agar saat proyek sudah rampung, harus dilakukan pengecekan kembali secara teliti oleh Inspektorat Klungkung.

Hal ini untuk mengantisipasi beberapa kejadian seperti sebelumnya, yakni adanya temuan oleh BPK terhadap beberapa proyek yang telah diserahterimakan.

Kantor KPU Menjadi Sasaran Pengamanan Polres Badung Jelang Pilkada 2020

Jadi Pusat Pariwisata Indonesia, Penanganan Covid-19 di Bali Dinilai Sangat Mendesak

Kantor KPU Menjadi Sasaran Pengamanan Polres Badung Jelang Pilkada 2020

" Pengalaman yang lalu sering terjadi temuan BPK, karena adanya pengurangan volume pekerjaan. Sehingga rekanan melakukan pengembalian. Jadi hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi," ungkap Suwirta.

Menurutnya, BPK biasanya melalukan pengecekan secara sampling terhadap pembangunan fisik di Klungkung. Sehingga pengecekan inspektorat nantinya harus dilakukan secara menyeluruh di semua proyek fisik.

" Sebelum diserahterimakan, semua proyek fisik ini harus pengecekan secara detail oleh Inspektorat. Tidak boleh ada lagi temuan BPK," tegasnya.

Sementara di masa situasi pandemi seperti saat ini, Suwirta meminta rekanan untuk mempriotitaskan tenaga kerja lokal. Mengingat saat kondisi seperti saat ini, banyak masyarakat yang sangat membutuhkan pekerjaan.

" Saya minta pelaksana untuk memprioritaksan tenaga kerja lokal, karena saat ini banyak warga Klungkung yang juga membutuhkan pekerjaan. Tentunnya kualitas pekerjaan juga harus dijaga dan dimaksimalkan," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved