Corona di Bali
Pasien Covid-19 Meninggal di Bali Mayoritas Karena Ini
Jumlah pasien Covid-19 di Bali yang meninggal sebanyak 128 orang, mayoritas karena ini
Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali semakin meningkat tajam.
Data per Selasa (8/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Bali 6.549 orang atau bertambah 164 orang.
Kasus pasien masih dalam perawatan sebanyak 1.196 orang.
Sedangkan kasus pasien Covid-19 di Bali yang meninggal sebanyak 128 orang atau bertambah 12 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya kasus positif adalah kurangnya disiplin masyarakat dengan standar protokol kesehatan.
"Ini kan kasus meningkat, mengapa? Salah satunya adalah kurangnya disiplin, masih banyak orang yang berkerumun, tidak pakai masker. Ketika ada ajakan untuk tidak pakai masker ini, efeknya akhirnya banyak orang yang membawa virus," ungkapnya, Rabu (9/9/2020).
Saat disinggung mengenai potensi munculnya klaster baru, seperti tajen hingga di tingkat rumah tangga, Ketut Suarjaya mengungkapkan risiko penularan tinggi dan tidak dapat diprediksi meskipun upaya pemutusan rantai penularan telah diterapkan oleh pemerintah.
"Saya tidak perlu menjelaskan lagi. Di mana tempat-tempat yang tidak ada disiplinnya, tempat banyak kerumunan dan ini biasanya yang datang banyak. Apalagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan. Mereka kan orang yang sehat dan punya imunitas. Saat pulang ke rumah mereka bawa virus. Dia sehat, tapi dia bawa virus. Di rumahnya ada orangtua, orang sakit, atau orang yang punya penyakit komorbid (penyakit penyerta)," paparnya.
Menurutnya, akibat dari ketidaksiplinan tersebut semakin memperparah kondisi orang-orang dengan imunitas rendah, orangtua, dan orang yang memiliki penyakit komorbiditas (penyakit penyerta).
• Kapolri Keluarkan 5 Instruksi untuk Cegah Klaster Baru Covid-19 Saat Pilkada Serentak 2020
• Komisioner KPU Positif Covid-19, Jembrana Tambah 4 Kasus
• Peningkatan Kasus Positif Covid-19 di Bali Kini Menjadi Sorotan, Tempat Tidur RS Hampir Penuh
"Yang sekarang terjadi yang masuk ke rumah sakit itu adalah mereka yang bergejala. Artinya mereka yang lemah, orangtua, dan orang yang memiliki penyakit bawaan. Akhirnya yang meninggal kemarin (128 kasus, red) itu adalah orang-orang ini," ungkapnya.
Ketut Suarjaya menegaskan satu-satunya kunci mencegah penularan Covid-19 adalah disiplin terhadap protokol kesehatan.
Salah satunya di tingkat rumah tangga, ketika baru tiba di rumah, mandi terlebih dahulu, lalu ganti pakaian, setelah itu barulah berinteraksi dengan keluarga.
Diberitakan sebelumnya, peningkatan kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali kini menjadi sorotan.
Berdasarkan data per Selasa (8/9/2020) kasus positif menjadi 6.549 orang atau bertambah 164 orang.
Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 1.196 orang.
Adapun pasien meninggal sebanyak 128 orang atau bertambah 12 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya kasus positif adalah kurangnya disiplin masyarakat dengan standar protokol kesehatan.
"Ini kan kasus meningkat, mengapa? Salah satunya adalah kurangnya disiplin, masih banyak orang yang berkerumun, tidak pakai masker. Ketika ada ajakan untuk tidak pakai masker ini efeknya akhirnya banyak orang yang membawa virus," ungkapnya, Rabu (9/9/2020).
• Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 di Bali Hampir Penuh
• Pangdam IX/Udayana Peroleh Apresiasi di Bidang Kesehatan, Siap Wujudkan Bali Bebas Covid-19
• Bertemu Civitas Akademika Unud, Dwipayana Janji Tindaklanjuti Peningkatan Jumlah Tes Covid-19
Sementara, pasien positif Covid-19 yang saat ini masih dirawat sebanyak 1.196 orang, mendapatkan penanganan dan masih dirawat di rumah sakit sebanyak 668 pasien.
Sedangkan jumlah tempat tidur di rumah sakit yang disiapkan sebanyak 778 buah.
Atau artinya sekitar 90 persen kapasitas tempat tidur di rumah sakit di Bali untuk pasien positif Covid-19 telah terpakai.
"Untuk tempat tidur sebenarnya masih ada. Tetapi sudah hampir penuh. Kalau bertambah lagi jadi penuh. Strategi pertama, kami telah menyiapkan tim manajemen untuk distribusi rujukan yang lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Nantinya, alokasi rumah sakit rujukan akan diatur, dimana pasien Covid-19 dengan gejala berat akan dirujuk ke RSUP Sanglah.
Pasien dengan gejala sedang akan dirujuk ke RS Unud, RS Bali Mandara, serta rumah sakit yang ada di daerah.
Sedangkan pasien dengan gelaja ringan akan dirujuk ke rumah sakit lainnya.
"Sampai saat ini ada 55 rumah sakit yang mampu melayani pasien Covid-19. Kapasitas saat ini 783 pasien. Strategi kedua, kami akan menambah kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit. Baik di RSUP Sanglah, Bali Mandara, dan semua rumah sakit. Semua rumah sakit sudah saya minta untuk menambah tempat tidur dan SDMnya," paparnya.
Strategi ketiga untuk menangani melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yaitu penambahan lokasi donor plasma konvalesen.
Dimana sebelumnya hanya terdapat di RSUP Sanglah dan RSUD Unud.
"Siap-siap RS Bali Mandara akan juga melakukan terapi plasma konvalesen ini," tegasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-bali-ketut-suarjaya1.jpg)