Tips Kurangi Efek Radiasi Layar Gawai pada Mata Selama Belajar dari Rumah
Pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media digital seperti ponsel pintar, tablet atau laptop, membuat anak kini lebih sering terpapar
TRIBUN-BALI.COM - Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan melalui jarak jauh, baik secara daring maupun luring.
Pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media digital seperti ponsel pintar, tablet atau laptop, membuat anak kini lebih sering terpapar radiasi layar gawai (gadget).
Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University Lilis Sucahyo mengatakan, paparan sinar radiasi layar atau monitor dari perangkat elektronik selama beraktivitas bisa menimbulkan efek samping.
Sehingga, risiko efek radiasi akibat terpapar gawai seharian juga perlu menjadi perhatian
• Utamakan Edukasi, Bupati Giri Prasta Tak Langsung Kenakan Denda Warga yang Tidak Pakai Masker
• Perjalanan Marsma Wayan Superman Raih Pangkat Bintang Satu di TNI AU, Kini Jabat Danlanud di Malang
• BNNK Badung Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ganja Seberat 5 Kg, Amankan Jaringan Pengedar Bali Medan
Di balik keindahan warna dan tampilan pada berbagai perangkat, lanjutnya, teknologi layar Light Emitting Diode (LED) yang banyak diaplikasikan pada berbagai perangkat seperti lampu, televisi, komputer, laptop, tablet dan smartphone, memiliki dampak negatif berupa pancaran sinar biru (blue light radiation).
"Beberapa pengguna laptop atau notebook menyebutkan bahwa mereka mengalami rasa pegal pada mata akibat menatap layar dalam waktu lama, mata lelah, mata kering serta gangguan refraksi," paparnya seperti dilansir dari laman IPB.
Lebih lanjut Lilis menjelaskan, sinar biru tergolong dalam jenis High Energy Visible (HEV) yaitu cahaya tampak dengan tingkat energi yang besar.
Karakteristik sinar tersebut memiliki panjang gelombang pendek sekitar 380-500 nanometer dengan tingkat energi yang besar seperti sinar ultraviolet yang berbahaya bagi penglihatan manusia.
Mata manusia memiliki kemampuan yang baik dalam menghalau sinar UV (ultraviolet) tetapi tidak untuk sinar biru.
“Menatap layar LED dalam jangka waktu lama tanpa dilakukan upaya meminimalisir dampak radiasi sangat tidak dianjurkan,” ujarnya.
Ia pun memberikan tips sederhana dan mudah dilakukan untuk meminimalisir dampak radiasi layar gawai selama beraktivitas menggunakan gawai, yakni:
1. Lapisan pelindung
Gunakan lapisan pelindung (screen protector) untuk layar LED, terutama untuk ponsel.
Pilih jenis yang tidak hanya melindungi layar anda dari debu, kotoran dan goresan tetapi juga pancaran sinar radiasi, terutama blue light dan ultraviolet.
Jika menggunakan kacamata, pilih jenis lensa yang juga dapat menghalau jenis cahaya blue light maupun UV lens.
• Ini Daftar 5 Negara yang Larang Warga Negara Indonesia Masuk Wilayahnya di Tengah Pandemi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-belajar-online.jpg)