Breaking News:

Dimintai Biaya SPP, Seragam dan MPLS, Orangtua Siswa Keluhkan Pungutan Sekolah Saat Pandemi

Salah satu sekolah negeri di Klungkung, disebut meminta pembayaran uang SPP, uang seragam, dan bahkan uang MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah).

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadisdik Klungkung Dewa Gde Dharmawan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Salah satu sekolah negeri di Klungkung, disebut meminta pembayaran uang SPP, uang seragam, dan bahkan uang MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah).

Hal ini pun dikeluhkan oleh orang tua siswa, karena selama ini siswa belajar secara online di rumah dan situasi ekonomi sedang sangat sulit.

Kadisdik Klungkung I Dewa Gde Darmawan menjelaskan, terkait persoalan tersebut dirinya mengaku tidak memiliki kewenangan memfasilitasi secara langsung keluhan orangtua siswa ke sekolah, mengingat SMA merupakan kewenangan provinsi.

Kecuali orang tua siswa tersebut datang langsung ke Disdik (Dinas Pendidikan) Klungkung, untuk meminta bantuan agar masalah ini dikoordasikan ke Disdik Provinsi Bali dan ke pihak sekolah.

Desa Wisata Bakas Terus Berbenah, Upaya Maksimalkan Kunjungan Wisatawan Lokal saat Umanis Galungan

RESMI - Persija Lepas Sergio Farias dari Kursi Pelatih

Chatime Luncurkan ‘Chatime Indonesia App’, Beli Chatime Bisa Tanpa Antre

"Saran saya sebaiknya orang tua tersebut, menyampaikan keluhannya ke komite di sekolah yang dimaksud. Serta ke peguyuban orang tua yang biasanya dibentuk oleh orang tua siswa," jelas Dewa Gde Dharmawan saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, dalam situasi pandemi seperti saat ini seharusnya tidak ada pungutan dari sekolah.

Ia mencontohkan jika jenjang SD dan SMP tidak ada pungutan apapun, termasuk SPP apalagi MPLS yang dilakukan secara online.

" Jika pun ada biaya seragam, itu pihak sekolah tidak berhak memungut biaya itu. Seragam itu pengadaanya oleh peguyuban orang tua, yang dikoordinasikan komite," tegasnya.

Orang tua siswa tersebut sempat menuliskan keluhannya di media sosial.

Ia menyebutkan ada salah satu SMA negeri di Klungkung yang meminta pembayaran Rp 2,2 juta untuk uang pakaian, pasca penerimaan siswa baru tahun ajaran 2020.

Bupati Eka Jadi Narasumber Webinar Peningkatan Ketahanan & Distribusi Pangan Lewat Teknologi Digital

Ferrari Akan Gunakan Livery Spesial di Balapan ke-1000, Berikut Jadwal GP Toskana

Jadi Narasumber Webinar, Wabup Suiasa Paparkan Percepatan Transformasi Digital di Badung

Karena sudah dirumahkan sejak pertengahan Maret lalu, orang tua siswa itu pun mengambil langkah negosiasi untuk memohon keringanan ke pihak sekolah.

Setelah negosiasi, diberikan keringanan dengan membayar Rp 1,2 juta terlebih dahulu.

Orang tua siswa tersebut lalu mengupayakannya, setelah meminjam uang ke beberapa orang. Namun pertengahan Agustus, pihak sekolah disebut kembali meminta sisa pembayaran.

Ternyata uang awal sebesar Rp 1,2 juta tersebut, dirinci untuk pembayaran uang spp selama 6 bulan yang dibayar di muka.

Serta pembayaran biaya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang padahal dilakukan secara online. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved