Breaking News:

Koperindag Jembrana Gelar Sidak Parcel Jelang Perayaan Galungan

Dinas Koperasi, perindustrian dan perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, menggelar sidak parcel.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Sidak parcel di beberapa swalayan di Kecamatan Negara dan Jembrana oleh petugas Diskoperindag Jembrana, Jumat (11/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dinas Koperasi, perindustrian dan perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, menggelar sidak parcel.

Sidak dilakukan menjelang perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (16/9/2020) mendatang.

Petugas Koperindag melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah toko di Kecamatan Jembrana dan Negara, untuk mengantisipasi adanya parcel kedaluwarsa yang dijual, Jumat (11/9/2020).

Kasi Perlindungan Konsumen Bidang Perdagangan Diskoperindag Jembrana, Endah Dwi Yulianti mengatakan, sidak dilakukan untuk mengantisipasi makanan kedaluwarsa.

Selain itu menjamin masyarakat mengkonsumsi makanan dan minuman yang layak saat perayaan Galungan.

Di mana sidak selalu dilakukan menjelang perayaan hari besar umat beragama, tak terkecuali ketika Idul Fitri atau Natal Desember mendatang.

Valentino Rossi Yakin Sebastian Vettel Bisa Cepat Bersama Aston Martin

Sakit Infeksi Perut, Kajari Buleleng Inisiatif Isolasi Mandiri di Rumah Jabatan

Babi di Jembrana 963 Ekor, Harga Babi Saat Pandemi Berkisar di Rp 36 Ribu Per Kilo

Karena sejumlah swalayan memperdagangkan parcel maka patut diwaspadai peredarannya.

"Dari dua swalayan dan dua sample parcel yang kami periksa semuanya aman," ucapnya seizin kepala Dinas Koperindag Jembrana.

Endah menuturkan, bahwa dalam sidak memang diakui para pengusaha untuk permintaan parcel pada Galungan dan Kuningan September 2020 ini, cukup rendah.

Dibanding tahun lalu, sebelum adanya pandemi Covid yang permintaan cukup tinggi.

Gojek Percepat Transformasi Digital UKM Kuliner Bali di tengah Pandemi  

Delapan Personel Polres Badung Dinyatakan Lulus Pendidikan Ahli Golongan

Langkah Sederhana untuk Detoksifikasi Tubuh di Pagi Hari

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan untuk menjamin masyarakat tidak mendapat parcel yang membahayakan bagi konsumen.

"Kami mencoba untuk menjamin kesehatan warga. Supaya terhindar dari praktik nakal yang bisa saja dilakukan oleh penjual parcel," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved