Sakit Infeksi Perut, Kajari Buleleng Inisiatif Isolasi Mandiri di Rumah Jabatan
Hal ini ia lakukan atas inisiatif sendiri, karena merasa kurang sehat, sehingga khawatir dirinya positif terpapar covid-19.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di rumah jabatannya.
Hal ini ia lakukan atas inisiatif sendiri, karena merasa kurang sehat, sehingga khawatir dirinya positif terpapar covid-19.
Dikonfirmasi melalui saluran telepon pada Jumat (11/9/2020), Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantra mengatakan, atasannya itu mulai menjalani isolasi mandiri sejak Selasa (8/9/2020).
Dimana, keluhan yang dialami infeksi pada perut, hingga menyebabkan muntah-muntah.
“Mungkin dia (Kajari,red) sadar juga, karena sekarang muism Covid-19 jadi dia langsung membatasi diri untuk berinteraksi dengan pegawai,” terangnya.
Jayalantra pun tidak menampik,pada Kamis (10/9/2020) kemarin, pihak medis juga sempat melakukan tindakan swab test kepada Kajari di rumah jabatannya.
Namun terkait hasilnya, Jayalantra mengaku belum menerima, sehingga belum dapat dipastikan apakah Kajari positif terpapar covid-19 atau tidak.
“Hasilnya kami belum terima. Saat ini pelayanan di Kejaksaan masih berjalan normal, belum ada yang Bekerja Dari Rumah (BDR),” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng ini juga mengaku belum menerima hasil Swab test Kajari Buleleng.
“Hasil dari tim medik saya belum terima. Terakhir Kajari memang sempat ikut apel gelar pasukan Senin (7/9) lalu di Taman Kota Singaraja. Posisinya saat itu sih tidak menunjukkan gejala, masih bisa berkomunikasi. Ya nanti kita tunggu saja perkembangan hasil swab testnya,” ucap Suyasa.
Di sisi lain, terkait perkembangan kasus covid-19 di Buleleng, Gugus Tugas mengumumkan terdapat penambahan dua kasus kematian, 28 kasus terkonfirmasi, dan 27 orang sudah dinyatakan sembuh.
Dimana untuk dua kasus kematian baru ini, berasal dari Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Tejakula.
Pasien meninggal asal Kecamatan Sukasada berjenis kelamin laki-laki, dan berusia 79 tahun.
Ia meninggal dunia pada Senin (17/8/2020) lalu, dengan riwayat sakit gagal ginjal dan jantung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kajari-buleleng.jpg)