Sakit Infeksi Perut, Kajari Buleleng Inisiatif Isolasi Mandiri di Rumah Jabatan
Hal ini ia lakukan atas inisiatif sendiri, karena merasa kurang sehat, sehingga khawatir dirinya positif terpapar covid-19.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Eviera Paramita Sandi
Sementara untuk pasien meninggal asal Kecamatan Tejakula, berjenis kelamin wanita dan berusia 48 tahun. Almarhum meninggal dunia pada Rabu (19/8/2020) dengan riwayat sakit deabates sebagai penyakit penyerta.
“Data kedua pasien yang meninggal ini sebelumnya masuk di probable, karena saat meninggal hasil swab testnya belum keluar. Selain itu juga masih dalam pertimbangan antara tim medis di kabupaten dengan tim medis di provinsi. Atas keputusan bersama, data kedua pasien ini kemudian dimasukan dalam data kasus meninggal dunia positif covid,” jelas Suyasa.
Sementara terkait penambahan 28 kasus baru terkonfirmasi, berasal dari delapan kecamatan yang ada di Buleleng.
Dengan rincian tujuh orang asal Kecamatan Sawan.
Empat orang asal Kecamatan Seririt. 12 orang asal Kecamatan Buleleng.
Satu orang asal Kecamatan Gerokgak. Satu orang asal Kecamatan Kubutambahan.
Satu orang asal Kecamatan Tejakula. Satu orang asal Kecamatan Banjar.
Dan satu orang lainnya asal Kecamatan Sukasada.
Sedangkan 27 orang yang sudah dinyatakan sembuh, 12 diantaranya berasal dari Kecamatan Buleleng.
Dua orang asal Kecamatan Sawan, Enam orang asal Kecamatan Banjar, Enam orang asal Kecamatan Sukasada, dan satu orang lainnya asal Kecamatan Seririt.
Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien yang telah dinyatakan sembuh sejak Maret hingga saat ini sudah sebanyak 584 orang. Sementara yang masih dirawat sebanyak 104 orang.
Dengan rincian 52 orang dirawat dibeberapa rumah sakit yang ada di Buleleng.
Satu orang dirawat di RSUP Sanglah. Satu orang dirawat di RSJ Bangli. Dan 50 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kajari-buleleng.jpg)