Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak, Pilih Bulu Sikat Gigi yang Tepat
Menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut si kecil menjadi hal penting yang wajib dilakukan para orangtua.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut si kecil menjadi hal penting yang wajib dilakukan para orangtua.
Berikut tips menjaga dan merawat kesehatan gigi dan mulut si kecil.
Dokter spesialis gigi anak RSUP Sanglah, dr. Grya Rizkyana, Sp. KGA menjelaskan untuk pemilihan sikat gigi terdapat rentan usia tertentu.
Saat ini rentan usia tersebut telah tertulis pada beberapa kemasan produk sikat gigi yang dijual di pasaran.
Untuk pemilihan yang baik dan perlu diperhatikan adalah yang pertama jenis bulu sikat gigi.
• Pakai Masker Bikin Jerawatan? Intip Tips untuk Mencegahnya
• Valentino Rossi Bilang Gelar ke-10 Masih Logis Untuknya
• Penumpang dari Padang Bai ke Lembar Menurun sampai 50 Persen
Ada bulu yang soft, medium, dan hard.
Sedangkan yang paling baik untuk gigi anak adalah bulu yang soft.
"Sebaiknya pilih yang soft agar tidak melukai gusi dan jaringan-jaringan di sekitar gigi. Karena diharapkan si anak saat sikat gigi belum tahu tekanan dia menyikat seberapa. Motorik setiap anak berbeda," jelasnya dalan siaran live streaming youtube PKRS Sanglah, Jumat (11/9/2020).
Waktu yang tepat untuk seorang anak belajar sikat gigi sendiri adalah ketika si kecil sudah bisa berkumur-kumur.
Nah, sebaiknya Ayah dan Bunda mengajarkan si kecil belajar berkumur dengan menggunakan air matang terlebih dahulu.
• Makan Are Gau Bersama Jakob Oetama
• PSBB Ketat Kembali Diterapkan di Jakarta, Anies Diminta Bersinergi dengan Wilayah Lain
• Menteri Agama Minta Masyarakat Beribadah di Rumah Karena Kasus Positif Covid-19 yang Meningkat
Sebab, jika saat mengajarkan berkumur lalu tidak sengaja tertelan setidaknya aman untuk si kecil.
"Untuk pasta gigi, yang baik untuk anak-anak adalah kita berikan sebesar biji jagung. Jangan terlalu banyak juga itu juga untuk mensiasati ketika busa tertelan. Pasta gigi anak juga tidak apa-apa tertelan, tetapi konsentrasinya tetap sebiji jagung tadi," tambahnya.
Di sinilah peran Ayah dan Bunda untuk memberikan kesan pada si kecil bahwa menyikat gigi itu menyenangkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dr-grya-rizkyana-sp-kga-dalam-siaran-live-streaming-youtube-pkrs.jpg)