Breaking News:

Dua Pasar Tradisional di Karangasem Belum Sumbang Penghasilan ke Pemda, Ini Sebabnya

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengungkapkan, kedua pasar tradisional tersebut sudah lama

Tribun Bali/Saiful Rohim
Kondisi Pasar Yadnya di Kecamatan Rendang terlihat sepi. Pedagang dan pembeli nampak tak terlihat di sekitar Pasar. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dari belasan pasar tradisional di Kabupaten Karangasem, sebanyak dua  pasar belum memberikan penghasilan ke pemerintah daerah (Pemda)  Karangasem. Yakni Pasar  Seni Manggis, Kecamatan Manggis, dan Pasar Yadnya khusus jual hasil pertanian sekitar Kecamatan Rendang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Karangasem, I Wayan Sutrisna,  mengungkapkan, kedua pasar  tradisional tersebut sudah lama tidak beroperasi dan belum memberi penghasilan ke Pemda.

Sampai sekarang belum ada pedagang yang bersedia  jualan di sekitar pasar tersebut.

Kedua pasar sudah lama dibangun tapi jarang ada pedagang yang berjualan.

Giri Prasta Tinjau Penataan Pantai Jerman, Komit Wujudkan Warga Badung Menjadi Tuan di Rumah Sendiri

Pinjam Dua Pemain Tuan Rumah, Banda FC Menang Tipis di Kandang Abiansemal United

Lab PCR di BRSU Tabanan dalam Tahap Optimasi Reagen, Kini Tunggu Izin Kemenkes agar Bisa Beroperasi

Kalau pun ada, hanya beberapa pedagang dan hari tertentu. Seperti saat ada upacara, serta hari raya.

Jumlah pedagang yang  jualan sedikit."Kita masih cari trik agar pasar hidup lagi,"kata I Wayan Sutrisna, Minggu (13/9/2020).

Mantan Sekretaris Disdikpora Karangasem ini mengaku, khusus di Pasar Yadnya Disperindag sudah berdiskusi dengan pemerintah desa untuk menggairahkan animo warga.

Terobosan apa yang perlu digali untuk bisa menghidupkan pasar. Mengingat sampai sekarang belum beroperasi.

"Pemerintah desa kemungkinan paham, hal apa yang bisa dikembangkan disana. Sehingga pedagang & pembeli bisa tertarik untuk berjualan.  Kebutuhan apa yang mesti dijual sekitar sana," jelas Wayan Sutrisna, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan  Olahraaga (Disdikpora).

Pasar Yadnya dibangun untuk menampung hasil pertanian, lalu beralih untuk menampung perlengkapan upacara, dan souvenir.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved