Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Saat Perayaan Galungan

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, peningkatan volume sampah pasca hari raya Galungan tercatat 20 persen

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Petugas kebersihan DLHK Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca perayaan Hari Suci Galungan volume sampah di Kota Denpasar, Bali, meningkat.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, peningkatan volume sampah pasca hari raya Galungan tercatat 20 persen. 

Namun demikian, selama pandemi Covid-19 ini, volume sampah rata-rata harian di Kota Denpasar mengalami penurunan sebesar 20 persen dari angka sebelum pandemi. 

"Sebelum pandemi Covid-19 rata-rata volume sampah di Kota Denpasar yakni 800 ton/hari, di tengah pandemi Covid-19 volume sampah mengalami penurunan sebesar 20 persen menjadi 600 ton/hari, dan pasca hari Suci Galungan meningkat 20 persen, jadi dapat dikatakan stabil, sedangkan sisanya diolah menjadi kompos di TPS3R," ujar Plt. Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2020) 

Lebih lanjut dijelaskan, secara umum DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar keagamaan senantiasa selalu bersiaga.

Pembuka Bundesliga 2020-2021 Malam Ini, Bayern Muenchen vs Schalke

Pemain Bali United Kadek Agung Rasakan Perbedaan Merayakan Galungan di Tengah Pandemi Covid-19

Honda Kian Apes, Stefan Bradl Alami Cidera dan Absen di MotoGP Emilia Romagna 2020

Hal ini lantaran lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan.

“Kami tetap bersiaga kapanpun untuk memastikan kebersihan Kota Denpasar,” kata Gustra

Dikatakan, antisipasi terhadap penanganan lonjakan sampah ini dilaksanakan dengan mengintensifkan seluruh personel.

Adapun terdapat sedikitnya 13 TPS dan 1.420 tanaga kebersihan yang bertugas bersama 40 armada truk yang dibantu moci di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.

“Walaupun untuk Galungan kali ini volume sampah stabil, kami tetap bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah hari besar keagamaan yakni Galungan dan Kuningan ini,” jelas Gustra

Dalam kesempatan tersebut Gustra juga menekankan lonjakan sampah didominiasi bahan organik yang sebagian besar berasal dari sampah sisa upacara rangkaian janur.

Ia mengatakan peningkatan volume sampah ini akan ditangani hingga Kota Denpasar kembali bersih.

Sembilan Anggota DPRD Bali Terinfeksi Corona, Adi Wiryatama: Kami Isolasi Semua Sekarang

Perhatian Iwan Fals Terhadap Timnas U-19 Indonesia Usai Kalahkan Qatar

Diduga Terlibat Peredaran Sabu, Putu Eka Pratama Terancam 20 Tahun Penjara

Gustra juga mengimbau masyarakat untuk turut andil meminimalisir jumlah sampah saat hari raya.

Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang, guna memberikan kemudahan dalam penanganan lanjutan. 

“Kami mengajak masyarakat untuk andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengan jam yang ditentukan oleh swakelola sampah, sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan, dan kerja sama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” terangnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved