Jawa dan Bali Prioritas Vaksinasi, Luhut Binsar : Memang Sumber Covid-19 Paling Banyak di Daerah Itu

Menurut Luhut Binsar, kelompok yang diutamakan untuk mendapat vaksin Covid-19 ialah tenaga kesehatan.

Editor: Eviera Paramita Sandi
KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan konfrensi video menjawab pertanyaan awak media melalui akun Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (16/3/2020). 

Berdasarkan data per Jumat (18/9/2020), Provinsi Bali telah mencatat jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7.543 kasus.

Jumlah tersebut setelah ada penambahan sebanyak 51 kasus positif.

Berikutnya pasien meninggal terkait Covid-19 juga kembali bertambah sebanyak 5 kasus.

Sehingga, secara kumulatif Bali telah mencatat sebanyak 199 kasus meninggal, terhitung sejak pertama kali kasus positif Covid-19 ditemukan di Bali pada Maret 2020. 

Persentase angka kematian terkait Covid-19 di Bali adalah sebesar 2,64 persen.

Meski demikian, angka kesembuhan juga kembali bertambah sebanyak 94 orang.

Total pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh di Bali sudah berjumlah 6.073 orang (80,51 persen).

Adapun kini sebanyak 1.271 orang (16,85 persen) masih berstatus sebagai pasien dalam perawatan (kasus aktif) Covid-19.

Mereka tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

9 Anggota DPRD Bali Positif Covid-19
Diberitakan sebelumnya, sembilan anggota DPRD Provinsi Bali positif terinfeksi Covid-19.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2020).

Ia menyebutkan, dua staf dewan juga positif Covid-19 sehingga total sebelas orang yang terpapar virus tersebut.

Adi Wiryatama menyebut kesembilan anggota tersebut berasal dari lintas fraksi di DPRD Bali.

"Hasil tes anggota dewan yang baru-baru ini reaktif maka kita lakukan pembatasan work from home (WFH). Kemudian staf dikurangi sambil bersih-bersih di kantor itu," kata Wiryatama.

Mantan Bupati Tabanan dua periode itu mengaku tidak bisa memastikan apakah anggota dewan dan staf yang terpapar itu dari kluster kantor atau lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved