Makin Panas dengan Rusia, AS Kirim Pasukan Tambahan ke Suriah
Pejabat AS mengatakan enam Kendaraan Tempur Bradley dan sekitar 100 tentara adalah bagian dari bala bantuan militer ke timur laut Suriah
TRIBUN-BALI.COM - Amerika Serikat ( AS) telah meningkatkan kehadiran militernya di Suriah setelah adanya sejumlah insiden bentrokan dengan pasukan Rusia di negara tersebut.
Pejabat AS mengatakan enam Kendaraan Tempur Bradley dan sekitar 100 tentara adalah bagian dari bala bantuan militer ke timur laut Suriah.
Dilansir dari BBC, Sabtu (19/9/2020), insiden antara pasukan AS dan Rusia yang berpatroli di Suriah telah meningkat tahun ini.
Kapten Angkatan Laut AS Bill Urban mengatakan langkah penambahan personel akan "menjamin keselamatan dan keamanan pasukan koalisi".
• Harus Waspada, Ini 4 Arti Sakit Perut Sebelah Kiri
• Epidemiolog UI: Lebih Baik Pemerintah Kampanye Pakai Masker daripada Beri Harapan Terkait Vaksin
• Kini Menetap di Bali, Indah Kalalo Rayakan 9 Tahun Pernikahan dengan Suami, Kenang Masa Pacaran
Kendaraan tempur yang dikerahkan tersebut sebelumnya berbasis di Kuwait.
Dia menambahkan di samping kendaraan tempur, AS juga akan mengerahkan "radar sentinel" dan meningkatkan "frekuensi patroli pesawat tempur AS atas pasukan AS".
"AS tidak mencari konflik dengan negara lain di Suriah, tetapi akan membela pasukan koalisi jika diperlukan," kata Urban dalam sebuah pernyataan pada Jumat (18/9/2020).
Urban tidak secara langsung menyebut Rusia. Namun pernyataan terpisah dari seorang pejabat AS, yang pertama kali dilaporkan oleh NBC News, lebih tegas.
"Tindakan dan bala bantuan ini adalah sinyal yang jelas bagi Rusia untuk mematuhi proses menurunkan konflik bersama dan bagi Rusia dan pihak lain untuk menghindari tindakan tidak profesional, tidak aman, dan provokatif di timur laut Suriah," kata pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu.
NBC News mengutip pernyataan pejabat yang mengatakan pasukan dan kendaraan tersebut dikirim untuk mencegah pasukan Rusia memasuki daerah keamanan, tempat pasukan koalisi AS dan Kurdi beroperasi.
Selama bertahun-tahun, sering terjadi interaksi antara pasukan AS dan Rusia di Suriah. Namun dalam beberapa pekan terakhir, insiden kedua belah pihak di timur laut Suriah semakin sengit.
Pada akhir Agustus, tujuh tentara AS terluka dalam tabrakan dengan kendaraan Rusia. Pemerintah Rusia dan AS saling menyalahkan atas tabrakan tersebut.
AS mengatakan pasukan Rusia telah memasuki "zona keamanan" yang telah mereka sepakati untuk dijauhi.
Sementara itu, Rusia mengatakan telah memberikan peringatan kepada militer AS sebelumnya bahwa mereka akan berpatroli di sana.
• Usai Dinyatakan Sembuh dari COVID-19, Pemain Persik Andri Ibo Ucap Syukur
• Jadwal Laga Kedua Timnas U-19 Indonesia vs Qatar
• Ditangkap Edarkan Sabu dan Kokain, Ardiansyah Dilimpahkan dan Terancam 20 Tahun Penjara
AS memiliki sekitar 500 tentara di daerah itu untuk membantu mengamankan ancaman lebih lanjut dari milisi ISIS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tentara-amerika_20160701_130139.jpg)