4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai, Nyeri Dada hingga Sesak Napas
Pembuluh darah arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah pembawa sari makanan dan oksigen ke otot jantung
TRIBUN-BALI.COM - Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang disebabkan adanya penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner.
Pembuluh darah arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah pembawa sari makanan dan oksigen ke otot jantung.
Dampak dari tidak lancarnya aliran darah ke otot jantung tersebut yakni bisa mengakibatkan kerusakan otot-otot jantung yang dapat meyebabkan gangguan pompa jantung (gagal jantung) dan bahkan kematian.
Oleh sebab itu, penyakit jantung koroner tidak layak disepelekan.
• Belum Terima BLT Karyawan dari Pemerintah? Ini Cara Cepat untuk Dapat Subsidi Gaji
• 4 Fakta Tentang Wajib Militer Bagi Pemuda di Korea Selatan
• Bertambah, Satu Pasien Probable Covid-19 di Jembrana Meninggal Dunia
Terlebih lagi, kecenderungan terjadinya penyakit jantung koroner termasuk penyakit kardiovaskuler lainnya, seperti stroke otak, hipertensi, dan penyakit pembuluh darah perifer dilaporkan saat ini bergeser pada usia yang lebih muda, terutama menyerang kelompok usia produktif.
Faktor risiko penyakit jantung koroner
Melansir NIH, ada banyak faktor risiko penyakit jantung koroner.
Risiko penyakit jantung koroner pada seseorang akan meningkat seiring dengan jumlah faktor risiko yang dimiliki dan seberapa seriusnya.
Berikut ini beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner yang perlu diwaspadai:
-Hipertensi atau tekanan darah tinggi
-Kolesterol tinggi
-Kebiasaan merokok
-Diabetes melitus (kencing manis)
-Kegemukan (obesitas)
-Genetik (faktor keturunan keluarga)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/serangan-jantung-ilustrasi.jpg)