Distan Denpasar Panen Perdana Jagung Ketan Hitam, Satu Hektar Hasilkan 17 Ton
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, mengatakan pengembangan jagung ketan hitam memiliki prospek yang menjanjikan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar melakukan panen perdana jagung ketan hitam.
Jagung ketan hitam ini diujicobakan di Subak Umadesa.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, mengatakan pengembangan jagung ketan hitam memiliki prospek yang menjanjikan.
Dimana, dengan waktu masa tanam yang singkat sekitar 2,5 bulan bisa langsung dipanen dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi.
• Target Kunjungan Tak Tercapai, Museum Semarajaya Akan Gelar Atraksi Budaya untuk Menarik Pengunjung
• Kini Terminal Mengwi Tak Lagi Sediakan Layanan Rapid Test
• Pimpin Apel Operasi Yustisi Agung Covid-19, Kapolres Badung Ingatkan Jaga Kesehatan dan Taat Prokes
Satu buah jagung seharga Rp 1.500 hingga Rp 2.000.
Bahkan, dengan lahan 1 hektar dapat dihasilkan sedikitnya 17,5 Ton.
“Ini dapat dijadikan komoditi unggulan di Kota Denpasar,” kata Ambara, Minggu (20/9/2020).
Jagung ketan hitam yang dikembangkan di Kota Denpasar merupakan tahap uji coba untuk melihat kelayakan potensi pengembangan komoditi jagung selain jagung manis yang kini sudah dikembangkan.
Pihaknya menambahkan, saat ini tidak ada kendala terkait pemasaran apalagi pangsa pasar online telah tersedia.
“Hanya saja, kita perlu memperkenalkan komoditas yang baru kepada para konsumen dan juga kepada para petani.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pembeli dari Surabaya yang telah membeli langsung hasil panen jagung ketan hitam sebanyak 40 kg,” katanya.
Penanaman Jagung Ketan Hitam tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit, hanya perlu dilakukan pemupukan Urea, NPK, dan pupuk cair sehingga pertumbuhan jagung menjadi optimal.
Ia menambahkan, jika prospek pasar jagung ketan hitam di Kota Denpasar sebaik jagung manis yang telah terlebih dahulu dikembangkan, tidak menutup kemungkinan areal penanaman jagung ketan hitam akan ditingkatkan.
Lahan yang diujicobakan dengan melibatkan 4 orang petani di Subak Umadesa.
• Layang-layang Menukik Diikuti Ledakan Keras dan Listrik Padam, Pelaku Hanya Buat Surat Pernyataan
• 3 Pelanggar Protokol Kesehatan di Pelabuhan Benoa Dihukum Push Up
• Istri Pergoki Suami Lakukan Pencabulan pada Bocah 9 Tahun, Terungkap Suami Tiga Kali Kumpul Kebo
“Bagi masyarakat yang hendak mengkonsumsi Jagung Ketan Hitam sebaiknya dikukus sehingga tidak menghilangkan warna dari jagung dan rasanya lebih enak dibandingan dengan direbus,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/panen-perdana-jagung-ketan-hitam-di-denpasar.jpg)