Breaking News:

Corona di Bali

Komisi IX DPR RI Salurkan Bantuan Hibah Alat Oksigen Konsentrat dan APD untuk 8 Rumah Sakit di Bali

Selain alat oksigen konsentrat, pihaknya juga memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada delapan rumah sakit tersebut.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Dokumentasi Kariyasa Adnyana
Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana menyerahkan bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan berupa alat oksigen konsentrat dan APD kepada delapan rumah sakit di Bali. Penyerahan secara simbolis ini dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (24/9/2020) 

Kondisinya jauh berbeda dengan sekarang yang alat PCR sudah ada di rumah sakit termasuk di dinas kesehatan provinsi.

Saat kelangkaan PCR, tes yang dilakukan masih cukup lama untuk dapat diketahui hasilnya sehingga menyebabkan penanganan menjadi terlambat.

"Sekarang sudah cepat sekali. Kalau tidak ada halangan dan sebagainya, sorenya sudah bisa diketahui," kata politisi PDI Perjuangan itu.

Dengan adanya hasil swab yang cukup cepat, menurut Kariyasa, tidak ada lagi istilah kasus seperti di daerah-daerah lain yang sudah meninggal karena pengecekan hasilnya lambat dan mendapatkan banyak komplain dari masyarakat.

Di sisi lain, Karyasa juga mengucapkan terima kasih dan memberikan semangat kepada tenaga medis yang menangani Covid-19.

5 Zodiak Ini Tak Ingin Ambil Keputusan untuk Berpisah, Libra Susah Ucapkan Selamat Tinggal

5 Zodiak Ini Butuh Waktu Lama Membalas Chat Pacar, Aquarius Tak Ingin Terikat Ponsel

Ramalan Zodiak Cinta Besok 25 September 2020, Libra Berjarak, Tarus Cobalah Berkata Jujur

Baginya, rumah sakit dan tenaga medis kini sebagai benteng terakhir dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu dikarenakan situasi sekarang sudah semakin tidak jelas kapan puncak dari pandemi ini karena masih banyak yang belum dites dan tracing-nya juga cukup sukit.

"Sehingga sekarang ujung tombaknya betul-betul ada di tenaga medis sendiri. Sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis dan harus tetap semangat. Karena kemarin banyak juga mitra kerja di kedokteran dan perawat meninggal karena menangani pasien Covid-19," kata pria asal Buleleng ini.

Kariyasa menuturkan, bahwa pihaknya di Komisi IX DPR RI juga beberapa kali telah rapat dengan Pemerintah agar tenaga medis yang tangani Covid-19 dibantu dengan tunjangan.

Tunjangan tersebut bisa disalurkan melalui pemerintah pusat maupun dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di masing-masing daerah, baik di provinsi dan kabupaten/kota.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved