Murdani Sebut Pasca Galungan hingga Menjelang Kuningan Harga Bunga Pacar Tembus Rp 40 Ribu per Kilo
Di hari raya Galungan hingga Kuningan yang jatuh pada Sabtu (26/9/2020) besok harga bunga mengalami peningkatan.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menjelang hari raya di Bali biasanya harga bunga meningkat drastis.
Hal itu terjadi karena banyak warga yang menggunakan bunga sebagai sarana upacara.
Bahkan di hari raya Galungan hingga Kuningan yang jatuh pada Sabtu (26/9/2020) besok harga bunga mengalami peningkatan.
Seperti halnya bunga pacar yang banyak diminati masyarakat, bahkan tembus sampai Rp. 40 ribu per kilonya.
• Pengadaan APD di RSUD Klungkung Lebih Dari Rp.1,2 Miliar Per Bulan
• Dianggap Buah Super dan Kaya Manfaat, Berikut Nutrisi yang Terkandung dalam Buah Manggis
• Rey Utami Dikabarkan Akan Segera Bebas dari Penjara Bulan Depan
Hal itu pun dikatakan Petani Bunga, Ni Made Murdani (40) saat ditemui di kebunnya, Jumat (25/9/2020).
Petani bunga pacar asal Banjar Bantas, Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung, Bali itu mengungkapkan, jika hingga menjelang hari raya Kuningan ini harga bunga pacar sampai di angka Rp. 40 ribu per kilonya.
"Kemarin, sebelum hari raya Kuningan ini harga bunga pacar per kilonya Rp. 35 ribu sampai Rp. 40 ribu. Harga bunga itu sesuai kondisi bunga," ungkap Made Murdani yang ditemui saat memetik bunga.
Wanita yang akrab disapa Men Lala itu mengatakan, harga bunga pada saat hari raya Galungan tidak sama dengan hari raya Kuningan.
Bahkan pihaknya mengaku, pada waktu hari raya Galungan harga bunga lebih murah yakni diangka Rp. 25 sampai Rp. 30 per kilonya.
"Ini saya jual langsung ke pasar Mengwi, termasuk juga pasar Sibang Gede," jelasnya.
Pihaknya menjelaskan, pasca Galungan harga bunga pacar masih diangka Rp. 30 ribu.
Namun pihaknya meyakini, usai Kuningan harga bunga dipastikan akan mengalami penurunan.
"Sudah bisa itu pak, biasanya usai hari raya harga bunga pasti menurun. Bahkan bisa mencapai Rp. 15 ribu per kilonya," ungkap Men Lala.
Men Lala mengakui di tengah pandemi Covid-19 ini, di wilayah desa Sibang Gede banyak masyarakat yang menanam bunga pacar.
Hal itu lantaran bisa dipetik setiap hari, sehingga dipastikan bisa menghasilkan uang setiap hari pula.
"Biasanya kan beberapa yang menanam bunga disini, namun kini banyak lahan pertanian di tanami bunga pacar, karena bisa panen setiap hari. Bahkan dari tanam, tiga bulan lamanya sudah bisa panen langsung," bebernya.
Pihaknya sendiri juga mengakui, banyak petani bunga termasuk dirinya berhitung terkait hari raya di Bali.
Pasalnya petani bunga akan menanam bunga tiga bulan sebelum jatuhnya hari raya besar di Bali.
"Seperti Galungan ini, tiga bulan sebelumnya kita menanam, sehingga bisa panen di Galungan," ungkapnya.
Disinggung mengenai luas lahan, Men Lala mengaku mempunyai lahan seluas 3 are yang ditanami bunga.
Luas lahan tersebut menurutnya bisa menghasilkan 15 kg bunga per hari.
"Bunga yang saya tanam bunga pacar saja, hanya saja warnanya yang bervarian. Ada yang merah, ungu dan putih," pungkas Men Lala. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petani-bunga-pacar-made-murdani.jpg)