Pilkada Serentak

Paket GiriAsa Masih Tunggu Arahan KPU dan Bawaslu Terkait Kampanye di Tengah Pandemi Covid-19

Tim Kampanye Pasangan Calon GiriAsa belum menyiapkan sistem kampanye yang akan dilakukan di tengah pandemi Covid-19

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Badung dari paket Giriasa saat membuka amplop pengundian tata letak, Kamis (24/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Usai penetapan pasangan calon dan pengundian tata letak pada Pilkada 2020 di Badung, tahap selanjutnya yakni pelaksanaan masa kampanye.

Masa kampanye mulai dilaksanakan pada Sabtu (26/9/2020), sesuai P KPU Nomor 5 Tahun 2020.

Kendati demikian, Tim Kampanye Pasangan Calon I Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa ( GiriAsa) belum menyiapkan sistem kampanye yang akan dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Hanya saja proses kampanye dipastikan tidak seperti kampanye pada pilkada sebelumnya, yang menurunkan ribuan massa.

Ketua Tim Pemenangan Paslon GiriAsa, I Gusti Anom Gumanti saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2020), mengatakan jadwal kampanye memang akan mulai 26 September 2020.

Kendati demikian, pihaknya mengaku proses kampanye di tengah pandemi Covid-19 masih dikoordinasikan dengan KPU dan Bawaslu Badung.

"Kami tidak mau menyalahi aturan. Ini masih kami koordinasikan karena model sesuai dengan aturan belum kami dapatkan," katanya.

Pengundian Nomor Urut Pilkada Serentak Bali 2020: Giriasa Dapat Posisi Kanan Lawan Kotak Kosong

BREAKING NEWS: KPU Badung Undi Tata Letak Paslon, Paket GiriAsa Berada di Sebelah Kanan

KPU Badung Tetapkan Satu Pasangan Calon di Pilkada 2020, Paket GiriAsa Resmi Lawan Kotak Kosong

Ia mengatakan, sementara informasi yang didapat hanya jadwal kampanye.

Selain itu, kampanye yang dilakukan tidak lagi kampanye terbuka maupun tertutup.

Kini hanya ada satu kampanye yang bisa menghadirkan maksimal 50 orang.

"Sesuai aturan seperti itu, namun modelnya seperti apa, kami belum mengetahuinya. Tapi besok kami akan bertemu lagi dengan KPU dan Bawaslu membahas model kampanye ini," katanya.

Ketua Komisi II DPRD Badung itu, menambahkan, proses ini dilakukan sebelum paket GiriAsa melakukan cuti secara resmi.

"Kami tidak mengetahui daring saja, apa boleh tatap muka, kami tunggu arahan KPU dan Bawaslu," imbuhnya.

Disinggung kembali mengenai target, ia optimis dan mengaku tidak ada perubahan, yakni 90 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved