Corona di Bali
Ketahanan Pangan, Amunisi di Tengah Pandemi Covid-19
Program ketahanan pangan menjadi salah satu amunisi "senjata" Pemerintah Provinsi Bali bagi rakyat di tengah pandemi Covid-19
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
“Kalau tidak ada program ketahanan pangan akan belepotan, saya tanya rata-rata pengeluaran untuk belanja kebutuhan pokok rumah tangga pangan sebesar per KK Rp 30 ribu per hari untuk kebutuhan sayur. Dengan P2L Terjadi penghematan, menjaga keluar dari rumah, social distancing, untuk kesehatan, makanya sangat berperan di saat pandemi Covid-19,” ujarnya.
Selanjutnya, P2L memberikan benefit bagi masyarakat hingga pasca panen, masyarakat diberikan edukasi pengemasan dan pemasaran hasil panen.
Dengan demikian, melalui ketahanan pangan, taraf ekonomi, dan kesejahteraan Krama Bali, petani maupun masyarakat dapat meningkat karena akses pangan yang dipermudah dan masyarakat yang sehat sampai dengan level desa.
“Mereka akan dibantu pada saat pemasaran, dan mengemas hasil kelebihan dari konsumsi bisa dipasarkan lewat tetangga, desa atau dinas kabupaten, dari dinas memfasilitasi hasil pertanian masyarakat menjadi pendapatan masyarakat, era baru tatanan kehidupan baru bisa terpenuhi dan terwujud seperti visi misi gubernur, menyediakan pangan dan kesehatan,” jelas dia.
Diharapkan ke depan masyarkat bisa mandiri menjual bibit, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga berupaya meningkatkan SDM di dalam pembibitan.
Adapun persyaratan mengkuti program P2L dari minimal memiliki lahan 2 are dan bisa menjadi alternatif cara membersihkan lingkungan, semisal tumpukan sampah dialihkan menjadi tanaman produktif.
Kemudian, selain memiliki lahan atau pekarangan, syarat lainnya berupa anggota minimal sebanyak 30 orang dari kelompok yang memiliki surat pengukuhan kantor kepala desa minimal dua tahun sebelumnya, seperti kelompok wanita tani (KWT), karang taruna, dan kelompok lainnya, setelah itu mengajukan proposal ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Manfaat ke depan bakal tumbuh UMKM dari hasil pertanian buah dan sayuran dari anggota P2L yang diolah dengan kemasan menarik dengan pembinaan khusus sehingga menjadi sentra produksi pangan lokal bermanfaat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana menyebut, total nilai bantuan P2L yakni sebesar Rp 2,38 miliar.
P2L ini juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.
Program P2L juga bersinergi dengan program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman Pembina Kesejahteraan Keluarga (HATINYA PKK) dalam bidang ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif sehingga menjadi produktif dan memiliki manfaat menumbuhkan kebutuhan pangan sehari-hari.
"Bantuan stimulus ini bisa digunakan untuk pengadaan peralatan dan bahan pengolahan serta pemasaran hasil berbahan baku produk pertanian yang dihasilkan," jelasnya.
Belum lama ini, Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap aktifnya P2L yang berperan serta dalam pembangunan Bali, khususnya menjaga ketahanan pangan bersinergi dengan kader PKK di wilayah dalam menata lahan pekarangan di rumahnya.
• Tingkatkan Ketahanan Pangan Warga di Masa Pandemi, Banyuwangi Gelar Festival Pangan Non Beras
• Tinjau Budi Daya Jamur, Polres Badung Beri Semangat pada Para Petani untuk Jaga Ketahanan Pangan
"Tidak jauh berbeda dengan HATINYA PKK, program Pekarangan Pangan Lestari juga merupakan bentuk dukungan dan peran serta ibu-ibu rumah tangga atau kader PKK dalam pembangunan daerah Bali, khususnya di bidang ketahanan pangan," kata Istri Gubernur Bali itu.
Pengelolaan HATINYA PKK dan P2L juga akan sangat menghemat pengeluaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/krama-balimenjalankanprogram-p2l-dinas-pertanian-dan-ketahanan-pangan-pemerintah-provinsi-bali.jpg)