Ngopi Santai
Senyumlah Semanis Madu
Permintaan madu meningkat pesat selama pandemi Covid-19. Madu hutan Timor, Flores, Maros, Aceh, Papua dan lain-lain laris manis.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Sangat dianjurkan konsumsi madu saban hari dalam dosis yang proporsional.
Ketiga, madu yang mengandung energi tinggi dan kaya nutrisi bisa mengobati aneka penyakit.
Madu dapat membantu kelenjar ludah manusia menghasilkan lebih banyak air liur sehingga memperlancar jalur napas.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa madu mengandung antioksidan tinggi sehingga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kalau batuk, misalnya, tambahkan satu sendok makan madu ke dalam secangkir air panas atau teh herbal.
Minum dua kali sehari hingga batukmu berlalu.
Kira-kira begitu tips dan trik yang saya kutip dari warta tribun-bali.com beberapa waktu lalu.
Hidup Berkoloni
Sekarang mari menyegarkan ingatan atau berkenalan sejenak dengan fakta dan data tentang madu dan lebah penghasil madu.
Madu merupakan cairan manis yang berasal dari nektar tanaman.
Sebanyak 80 persen madu mengandung gula.
Cairan itu dikumpulkan lebah pekerja lalu tersimpan dalam sel-sel sarang. Bagi lebah, madu pun berfungsi
sebagai cadangan makanan.
Sangat menarik data yang rilis Majalah Tempo edisi 29 September – 4 Oktober 2020 halaman 20.
Lebah ternyata tak suka hidup sendirian atau jomblo.
Mereka umumnya berkoloni. Dalam satu koloni jumlahnya bukan main banyaknya yaitu 30.000 - 60.000 ekor lebah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-madu_20150925_084607.jpg)