Ngopi Santai
Senyumlah Semanis Madu
Permintaan madu meningkat pesat selama pandemi Covid-19. Madu hutan Timor, Flores, Maros, Aceh, Papua dan lain-lain laris manis.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
Indra penciuman lebah jauh lebih tajam ketimbang lalat buah yang hanya mempunyai 69 reseptor.
Madu yang kita konsumsi melewati proses alam yang sangat rumit. Lebah pekerja butuh banyak bunga.
Guna mendapatkan nektar seekor lebah harus menghinggapi 50 sampai 100 bunga.
Dari nektar 2 juta bunga yang disedot satu koloni lebah akan menghasilkan madu sebanyak 450 gram
saja.
Seekor lebah selama hidupnya menghasilkan madu sebanyak 1/12 sendok teh.
Dalam satu tahun sarang lebah menghasilkan 30-100 pon madu.
Satu koloni kecil lebah membutuhkan 35 pon madu untuk bertahan hidup pada saat musim dingin.
Dominasi China
Tahukah tuan, lebah terbanyak bermukim di negara mana? Serangga bersayap selaput ini memilih India.
Tentu bukan karena terpikat busana sari yang melekat pada tubuh jelita perempuan India.
Tapi lantanan negeri Hindustan tersebut memang kaya sari bunga.
Dari total 92,27 juta jumlah sarang lebah di seluruh dunia, 13 juta di antaranya terdapat di India.
Angka tersebut merupakan sarang lebah terbanyak sejagat disusul China sebanyak 9 juta sarang.
Namun, banyak jumlah sarang tak linear dengan kapasitas produksinya.
Produksi madu di India lebih sedikit dibandingkan China. Data menunjukkan, sebanyak 491.000 metrik ton madu berasal dari China.
Sebagai gambaran produk madu global tahun 2015 sebanyak 1,83 juta metrik ton. Jumlah terbesar di China.
Negeri Tirai Bambu pun menguasai pangsa pasar madu dunia.
Sebesar 27 persen pangsa pasar madu dikuasi China tahun 2015. Tiga tahun kemudian meningkat menjadi 31,4 persen.
Nilai ekspor madu China tahun 2017 mencapai Rp 4 triliun.
Amerika Serikat mengeluarkan uang tak secuil untuk memenuhi kebutuhan madu dalam negerinya.
Pada tahun 2017 negara Donald Trump yang lagi panas menjelang Pilpres tersebut mengeluarkan uang Rp 8,5 triliun untuk mengimpor madu dari berbagai negara.
Di Amerika Serikat terdapat 300 varietas madu.
Bagaimana urusan madu di Indonesia? Inilah datanya. Hanya 10-15 gram per tahun rata-rata konsumsi madu penduduk Indonesia.
Sangat jauh ketimbang Jepang dan Australia yang sudah mencapai 1.200 -1.500 gram per orang per tahun.
Produksi madu di Indonesia rata-rata 4.000 ton per tahun.
Begitu minim jika dibandingkan dengan China dan India kendati wilayah kita kaya raya.
Hutan merupakan sumber utama madu. Sebanyak 75 persen produksi madu diperoleh dari perburuan di hutan.
Itu berarti kalau hutannya gundul, jangan berharap banyak mendapatkan madu.
Madu produksi Indonesia begitu kecil, tuan dan puan sudah tahu jawabannya.
Pada akhirnya ini soal aksi konkret merawat alam secara berkesinambungan.
Mau sehat? Ayo menanam! Tanam pohon, tanam bunga, tanam air, tanam kebajikan.
Mau bugar? Ayo minum madu dan senyumlah semanis madu bagi sesamamu. Semanis madu itu seperti apa bung?
Aih sudahlah. Saya pun hanya bisa merasakan. Senyum tak selalu bisa dilukiskan dengan kata-kata. Mirip cinta, kata orang bijak.
Mau senyum bagaimana kalau pakai masker terus?
Nah, itu jangan jadi alasan dikau untuk kepala batu mengabaikan pesan 3M dari Ibu. Pakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak.
Salam sehat sobat sejagat raya. (dion db putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-madu_20150925_084607.jpg)