Corona di Bali

17 Orang Terjaring Sidak Masker di Denpasar, 10 Orang Kena Denda di Tempat

Senin (5/10/2020), Satpol PP Denpasar bersama tim yustisi kembali melakukan sidak protokol kesehatan Covid-19, khususnya terkait penggunaan masker

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Satpol PP Denpasar
Sidak masker di Denpasar, Bali, Senin (5/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin (5/10/2020), Satpol PP Kota Denpasar bersama tim yustisi kembali melakukan sidak protokol kesehatan Covid-19, khususnya terkait penggunaan masker di Denpasar, Bali.

Dalam sidak ini 17 orang terjaring operasi, dimana 10 orang di antaranya langsung didenda di tempat.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Sayoga mengatakan, pelaksanaan sidak ini menyasar dua lokasi, yakni Desa Peguyangan Kaja dan Anggabaya, Kelurahan Penatih.

Pesan Berantai Sebut Anies Baswedan Positif Covid-19 Dibantah Ahmad Riza Patria, Gubernur Sehat

Donald Trump Terinfeksi Covid-19, Xi Jinping dan Kim Jong Un Sampaikan Salam Meski Kerap Diserang

"Di Desa Peguyangan Kaja terjaring 11 orang pelanggar. Dimana yang didenda langsung 5 orang, sedangkan dibina 6 orang," kata Sayoga.

Sedangkan di Anggabaya, Kelurahan Penatih, terjaring 6 orang pelanggar, dimana 5 orang dibina dan 1 orang didenda.

Penerapan denda ini menyusul diterapkannya sanksi Peraturan Gubernur Nomor 46 dan Peraturan Walikota Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

10 orang pelanggar tersebut didenda masing-masing Rp 100 ribu.

Hingga saat ini pihaknya mengaku terus melakukan sidak ke beberapa tempat umum dan fasilitas umum.

Bogor Dan Badung Disiapkan sebagai Lokasi Uji Coba Vaksin Covid-19 di Indonesia

Ingatkan Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Hotel agar Disiplin Prokes, Wagub DKI: Ini Bukan Berlibur

Juga menyasar daerah dengan kasus penularan Covid-19 yang tinggi.

"Sidak masker ini tidak menghukum masyarakat, namun mengajak semua disiplin dan mencegah penularan Covid-19," katanya.

Sayoga menambahkan, demi kebaikan bersama seharusnya tak ada yang keberatan dengan aturan ini.

Dan jika tak ingin didenda maka harus mengikuti aturan yang ada.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Corona di Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved