Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gaet Wisatawan, Hotel di Bali Bikin Paket Pay Now Stay Later hingga 2022

Properti kita saat ini memperlakukan pay now stay later sampai 2022. Bukan hanya 2021, tapi sampai 2022. Karena ini untuk menarik orang datang.

Editor: Kambali
Dok. Puskompublik Kemenparekraf
Ilustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM - Sektor perhotelan menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pengusaha hotel pun tengah menggencarkan strategi agar tetap dapat bertahan dan tidak kehilangan wisatawan atau tamu.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana atau biasa disapa Gus Agung mengatakan, salah satu strategi yang sedang digencarkan industri perhotelan untuk menarik tamu adalah paket pay now stay later atau bayar sekarang, menginap kemudian.

Tak tanggung-tanggung, paket itu dilakukan hotel-hotel di sana hingga dua tahun ke depan yaitu 2022.

"Properti kita saat ini memperlakukan pay now stay later sampai 2022. Bukan hanya 2021, tapi sampai 2022. Karena ini untuk menarik orang datang. Yakin nih, badai pasti berlalu. Saya kira sudah ada beberapa hotel yang menerapkan hal itu," kata Gus Agung.

Restrukturisasi di Bali Capai Rp 33,92 Triliun, OJK Proaktif Lakukan Pemantauan

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Webinar Bincang Santai: Amankah Untuk Berlibur Sekarang? Kamis (1/10/2020).

Gus Agung melanjutkan, upaya itu juga dilakukan untuk tetap menjaga nama baik Bali yang sudah dikenal luas wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

"Kita optimis banget lah. Apalagi Bali itu terus dapat the best the best. Kita optimis banget karena ini bukan kita yang berikan, tapi orang luar. Kita masyarakat Bali gimana caranya menjaga sebaik mungkin biar kita menjaga nama. Jangan sampai asal-asalan," imbuh dia.

Paulo Sergio Tinggalkan Bali United, Teco Sebut Ada Masalah Pribadi

Hotel di Bali bisa andalkan keunggulan fasilitas outdoor

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, ada dua strategi lainnya yang bisa dilakukan hotel di Bali.

Pertama, Bali memiliki keunggulan yang bisa dijadikan salah satu strategi untuk tetap bisa menarik wisatawan datang, yaitu fasilitas outdoor.

"Saya setuju bahwa Bali itu punya udaranya yang baik dan kondisi hotelnya juga outdoor. Itu bisa menjadi satu pilihan yang menarik. Karena kita pada masa pandemi ini kan lebih banyak dianjurkan tidak dalam satu ruangan untuk kegiatan aktivitas," kata dia.

Musim Hujan Mulai Melanda Bali, Pantai Biaung Kesiman Kembali Dipenuhi Sampah Kiriman

Untuk itu, ia menyarankan agar pihak hotel di Bali bisa mempromosikan aktivitas-aktivitas outdoor yang bisa dilakukan para tamu.

"Itu lagi digandrungi oleh traveler yang mungkin sudah bosan selama berada di rumah," tambah dia.

Bali Memasuki Peralihan Musim, BMKG : Waspada Potensi Cuaca Ekstrem, Banjir Hingga Tanah Longsor

Sekadar informasi, berdasarkan laporan Gus Agung, sudah ada 425 hotel di Bali yang memiliki sertifikat protokol kesehatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved