Pemkot Denpasar Gelar Lomba Ogoh-ogoh Virtual, Sekaa Teruna Disiapkan Dana Rp 4,17 Miliar

Pemkot Denpasar akan segera menggelar lomba ogoh-ogoh secara virtual serangkaian dengan Denpasar Festival Kota Denpasar 2020

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ogoh-ogoh Sang Hyang Penyalin di Banjar Dangin Peken, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (16/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar akan segera menggelar lomba ogoh-ogoh secara virtual.

Lomba ini digelar serangkaian dengan Denpasar Festival Kota Denpasar 2020.

Kelapa Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, Senin (5/10/2020) siang, mengatakan lomba ini aka digelar paling cepat Oktober 2020 ini dan paling lambat November 2020.

"Yang jelas tidak boleh lewat bulan November 2020," kata Mataram.

Selain itu, sekaa teruna yang ada di Denpasar akan mendapat insentif masing-masing Rp 10 juta dipotong pajak.

Catatan Visual Pandemi Covid-19, 40 Foto Dipamerkan dalam Gelaran Denpasar Festival 2020

15 Fotografer Bali Pamerkan 40 Foto Covid-19 di Denpasar Festival 2020

Dana insentif ini akan diberikan kepada 417 sekaa teruna yang terdaftar.

Sehingga total, pihaknya menganggarkan Rp 4,17 miliar.

Saat ini ia mengaku tengah membahas sitem SPJ agar nantinya sekaa teruna tidak mengalami kesulitan dalam hal SPJ.

"Bersihnya masing-masing sekaa teruna dapat Rp 9,4 juta. Dananya sudah ada, dan sekarang dalam proses pembahasan SPJ agar mereka mudah nantinya," katanya.

Dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya melaksanakan lomba ogoh-ogoh secara virtual.

Ogoh-ogoh yang rencananya diparadekan ini pun dibatalkan untuk menghindari penularan Covid-19.

Menparekraf RI Wisnutama Resmi Buka Denfest Ke-13 Secara Virtual

Denfest ke-13 2020 Dibuka Virtual dengan Garapan Tari Siwa Nataraja, Diselenggarakan Selama 3 Bulan

Dalam pelaksanaan lomba ini, masing-masing sekaa teruna diminta membuat video berdurasi tiga sampai lima menit yang menceritakan tentang ogoh-ogoh yang dibuat.

Nanti lewat video inilah akan dinilai oleh dewan juri, dimana dalam pelaksanaan lomba ini pihaknya juga menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar.

Sementara itu, bagi wilayah yang tak membuat ogoh-ogoh, seperti Desa Adat Renon, masing-masing sekaa teruna di wilayah setempat diminta membuat video terkait kreativitas mereka selama setahun.

Video inilah yang nantinya digunakan sebagai syarat mendapatkan insentif.

"Dana insentif akan cair kalau sudah mulai lomba dan video sudah dikirimkan langsung dicairkan," kata Mataram.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved