Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Donald Trump Keluar dari Rumah Sakit Meski Belum Sembuh dari Covid-19

Trump tidak menanggapi pertanyaan dari seorang reporter tentang berapa banyak stafnya yang sakit, atau apakah dia adalah "super spreader"

Editor: Eviera Paramita Sandi
REUTERS/TASOS KATOPODIS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020. 

Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat berjalan dari Marine One setelah tiba di South Lawn Gedung Putih di Washington, DC, 1 Oktober 2020, menyusul acara kampanye di New Jersey. (SAUL LOEB / AFP)
Sementera itu, Ibu negara, yang berusia 50 tahun, mengalami "batuk ringan dan sakit kepala," lapor Conley.

Sedangkan anggota keluarga pertama lainnya, termasuk putra Trump, Barron, yang tinggal di Gedung Putih, dinyatakan negatif.

Dalam sebuah pernyataan Jumat malam, Regeneron mengonfirmasi bahwa Trump diberikan campuran antibodi REGN-COV2 sebagai bagian dari "permintaan iba".

Food and Drug Administration mengizinkan perawatan yang sebelumnya tidak diterima, untuk merawat pasien yang sakit ketika tidak ada pengobatan lain lagi yang tersedia.

Program itu ditujukan untuk pasien dengan kondisi serius atau mengancam jiwa yang tidak memiliki pilihan pengobatan yang layak atau tersedia, serta tidak dapat berpartisipasi dalam uji klinis yang sedang berlangsung.

Apa itu campuran antibodi poliklonal Regeneron?

Trump menerima obat kombo dua antibodi yang saat ini sedang dalam studi tahap akhir dari Regeneron Pharmaceuticals Inc.

Regeneron dikenal sebelumnya karena telah mengembangkan pengobatan yang berhasil untuk Ebola menggunakan pendekatan serupa.

Obat itu diberikan sebagai pengobatan satu kali melalui infus.

Dr. Sean Conley, mengatakan obat itu diberikan "sebagai tindakan pencegahan," dan bahwa Trump juga mengonsumsi seng, vitamin D, antasida yang disebut famotidine, melatonin, dan aspirin.

Namun dari obat-obatan tersebut, belum ada satu pun yang terbukti efektif melawan COVID-19.

Trump tampaknya tidak menerima hydroxychloroquine, obat yang ia promosikan secara luas namun telah terbukti dalam banyak penelitian tidak efektif untuk mencegah atau mengobati COVID-19.

Dirilis awal pekan ini, data pertama dari uji coba yang menggunakan campuran antibodi COVID-19 Regeneron menunjukkan hasil menggembirakan.

Dosis tertinggi pengobatan meredakan gejala lebih cepat daripada plasebo untuk pasien yang tidak cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit.

Fase awal melibatkan 275 pasien dalam studi bertahap.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved