Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Harga Rumput Laut Belum Stabil, Pemkab Klungkung Jalin Kerjasama dengan Pihak Eksportir

Pandemi Covid-19 membuat mayoritas warga di Kecamatan Nusa Penida kembali menggeluti budi daya rumput laut.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas petani rumput laut di Desa Lembongan belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pandemi Covid-19 membuat mayoritas warga di Kecamatan Nusa Penida, Bali kembali menggeluti budi daya rumput laut.

Hanya saja warga masih dikeluhkan dengan harga komoditi rumput laut yang masih naik turun di pasaran.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menjalin kesepakatan dan kerjasama dengan pihak eksportir untuk dapat membeli rumput laut milik warga dengan harga yang stabil.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, langkah kerjasama ini dicetuskan Pemkab Klungkung sebagai bentuk kepedulian dan upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga utamanya para petani di tengah Pandemi Covid-19.

Cuaca Tidak Menentu, Kadis Perikanan Imbau Para Nelayan di Badung Untuk Tetap Waspada

Disiplin Terapkan Prokes, Piodalan Padudusan Alit Hanya Diikuti Pengempon Pura Goa Lawah

Aliansi Bali Tidak Diam Kecam Adanya Telegram Pencegahan Aksi Penolakan Omnibus Law

Sektor pariwisata yang beberapa tahun belakangan menjadi sektor utama mata pencaharian di kecamatan Nusa Penida, telah mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Warga pun kembali antusias menekuni budidaya rumput laut yang mengakibatkan terjadinya fluktuasi harga.

"Lewat kesepakatan dan kerjasama ini, Pemerintah Daerah berupaya berbuat di tengah kesulitan warga dalam menghadapi pandemi Covid-19. Semoga dengan ini akan dapat meningkatkan pemasaran dan menjaga kestabilan harga rumput laut, sehingga berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani rumput laut." ujar Suwirta.

Kerjasama ini meliputi standar rumput laut, penyediaan rumput laut dan distribusi pembelian rumput laut.

Perjanjian kerja sama, dilakukan pihak pemerintah daerah ditandatangani oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung.

Sebelumnya Perbekel Nusa Lembongan, I Ketut Gde Arjaya menjelaskan, selama pandemi ini warga kembali menekuni budi daya rumput laut.

Hanya saja di saat perkembangan budidaya rumput laut yang pesat, masih ada masalah lainnya.

Yakni harga yang belum stabil.

Harga rumput laut yang diambil pengepul, sempat berada pada harga Rp.14 ribu per kilogram.

Namun belum stabil, dan sempat anjlok sampai Rp. 8.000 per kilogram.

Sementara Ketua kelompok budidaya rumput laut Segara Raksa, Suarbawa mengatakan, budi daya rumput laut yang kembali berkembang saat ini harus berkelanjutan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved