Breaking News:

Ditangkap Saat Edarkan 23 Paket Sabu, Maximus Dituntut 12 Tahun Penjara

Terdakwa kelahiran Kupang, 8 Juni 1975 ini dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena menjadi perantara jual beli narkotik jenis sabu

Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana penjara 12 tahun terhadap Maximus Yuneidy Serang Memot (45).

Terdakwa kelahiran Kupang, 8 Juni 1975 ini dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena menjadi perantara jual beli narkotik jenis sabu.

Demikian disampaikan Jaksa Gusti Ayu Rai Artini dalam surat tuntutan yang dibacakan di persidangan secara online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Diketahui Maximus ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar saat menempel sabu.

Satpol PP Badung Sudah Turunkan 211 APK, Dari Jumlah 387 yang Disarankan Bawaslu

Hamil di Tengah Pandemi Covid-19, Berbahayakah?

Kunjungan Wisdom ke Taman Edelwis di Karangasem Mulai Meningkat

Total sabu yang berhasil diamankan petugas sebanyak 23 paket dengan berat total 42,83 gram.

Maximus bekerja dengan seseorang bernama Opik, sekali tempel ia mengaku mendapat upah Rp 50 ribu.

Dalam surat tuntutan, jaksa Gusti Ayu Rai Artini menyatakan sesuai fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa Maximus telah terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotik sebagai perantara jual beli sabu dengan barang bukti berupa 23 paket sabu yang berat keseluruhannya 42,83 gram.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Maximus Yuneidy Serang Memot dengan pidana penjara selama 12 tahun, dikurangi selama menjalani tahanan sementara. Dan pidana denda sebesar Rp 800 juta subsidair penjara selama empat bulan," jelas Jaksa Rai Artini kepada majelis hakim pimpinan Hakim Kony Hartanto.

Menanggapi tuntutan ini, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar berniat mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Sidang pembacaan pledoi dari penasihat hukum dan terdakwa akan digelar pada Selasa (13/10/2020) mendatang.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved